jump to navigation

More Than Words June 25, 2009

Posted by tantikris in reflection.
5 comments

Pernah ngitung nggak berapa jumlah kata yang kau ucapkan setiap harinya? Lima ribu? Seratus ribu? atau lebih? (..ah, siapa juga yang mau ngitung, kok keisengan amat…) Tiap kata yang kita ucapkan punya arti, kata-kata tersusun membentuk kalimat untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran. Bayi mengucapkan kata-kata yang tanpa makna..eh, mungkin itu bukan kata-kata, cuma suara-suara aja sih ya, semakin dewasa semakin bertambah pulalah perbendaharaan kata-kata kita.

Meskipun perbendaharaan kata-kata sudah berambah banyak, tapi kadang apa yang ada dipikiran nggak mudah diungkapkan dalam kata-kata yang tepat. Maksudnya begini, eh orang lain menangkapnya begitu, maunya ngomong begini, eh karena salah milih kata jadinya artinya lain.

Beberapa waktu terakhir ini aku harus mengikuti beberapa rapat (aduh, berasa kaya’ anggota DPR aja deh). Tahu kan apa yang orang lakukan dalam suatu rapat? Membahas suatu permasalahan, menyampaikan laporan, memberikan masukan, mencari rumusan, adu argumentasi, mencari kata sepakat, pokoknya ngomong, ngomong dan ngomooong…

(more…)

Dari Mata Turun ke Perut June 15, 2009

Posted by tantikris in lens story.
13 comments

Selama kurang lebih 8 tahun terakhir ini, setiap perjalanan pulang dari tempat kerja menuju rumah, aku selalu melihat bapak ini menunggui dagangannya. Seolah sudah punya kapling disitu, rasanya tidak ada yang berubah pada penampilannya sejak awal aku melihatnya. Tempatnya berjualan sama selalu disekitar daerah itu, juga sepeda dan muatannya, hanya bedanya pada awal-awal dulu tertulis “Sate Kul 100”, sekarang “Sate Kul 500”.  Angka itu menunjukkan harga sate per tusuknya.

1

Sate Kul? apa sih itu? Pastinya kul yang dimaksud disini bukan kol atau kubis, masa’ bisa dibikin sate? Setelah bertahun-tahun hanya memandang dan bertanya dalam hati saja, akhirnya sore tadi aku memenuhi rasa penasaranku dengan berhenti dan melihatnya secara langsung. Ooh.. jadi ini to yg namanya sate kul?

(more…)

Lost and Found June 9, 2009

Posted by tantikris in story.
11 comments

Dua tahun lalu aku pernah punya pengalaman tidak menyenangkan dengan salah satu maskapai penerbangan swasta nasional, saat itu entah bagaimana bagasiku bisa terbang terbawa ke kota lain, bukan kota tujuanku, padahal itu bukan penerbangan transit lho. Terpaksa aku harus berurusan dengan konter Lost & Found untuk mengurus bagasiku yang nyasar itu yang baru bisa kuterima keesokan harinya. Sejak saat itu aku jarang sekali menggunakan jasa maskapai ini, kutempatkan pada pilihan terakhir kalau aku masih bisa memilih yang lain. Tapi akhir minggu lalu, sikonnya tidak memungkinkan, jadilah kami ke Jakarta dengan menumpang pesawat maskapai tersebut.

lost-found

Pada waktu menunggu pengambilan bagasi mataku tertuju pada petunjuk konter  Lost & Found, ini adalah konter dimana penumpang dapat melaporkan segala hal tentang kehilangan barang yang dibawanya atau tentang penemuannya akan sesuatu barang selama penerbangannya. Simbolnya adalah tanda tanya, payung dan sarung tangan, oh..mungkin barang-barang itu yang sering hilang, tertinggal atau ditemukan orang. Wah, kalau ‘hanya’  kehilangan barang-barang ‘kecil’ seperti itu mungkin tidak terlalu terasa ya, tapi kalau kehilangan bagasi seperti yang kualami saat itu pasti sangat tidak menyenangkan.

Kecil atau besar, memangnya enak kehilangan sesuatu?

Kehilangan adalah hal yang tidak menyenangkan, apalagi kalau yang hilang adalah sesuatu yang berharga, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang tidak ingin dilepaskan. Apa yang akan dilakukan kalau kehilangan sesuatu? Ada sih yang pasrah aja dan menerimanya, tapi umumnya sih akan mencari dan ingin menemukannya kembali. Proses mencari tidak selalu mudah, kadang butuh waktu dan tidak selalu ketemu apa yang dicari.

(more…)

Jejak Langkah June 1, 2009

Posted by tantikris in reflection.
4 comments

Siang hari yang terik itu dari jendela ruang kerjaku aku melihat beberapa taruna sedang berjalan berkelompok, aku tahu mereka itu sebenarnya tidak sedang latihan baris berbaris, kelihatannya sih baru selesai kuliah. Awalnya aku senyum sendiri melihat mereka, sebagai orang sipil aku heran kenapa jalan bersama saja harus berbaris seperti itu, tapi selanjutnya aku kagum melihat gaya mereka berjalan yang tegap, teratur, berirama, serentak bersama dalam barisan yang rapi.

Kata orang, sifat dan sikap seseorang kadang bisa dilihat dari caranya berjalan atau melangkah, Kalau kuamati, temanku yang gaya berjalannya pelan dan thimik-thimik (bhs Jawa = berjalan dengan langkah-langkah kecil dan pelan) dalam kehidupan sehari-harinya tampak lebih kalem, kadang cenderung agak lamban atau peragu dalam mengambil keputusan.

Sebaliknya mereka yang berjalan dengan cepat kuamati kok biasanya lebih cekatan, tangkas dan efisien, meskipun ada juga yang kesannya jadi tampak nggak sabaran atau grusa grusu dalam kehidupan sehari-harinya. Eh, tapi ini entah benar, entah tidak tidak lho ya, belum terbukti korelasinya. Tapi satu hal yang pasti, derap langkah dan jejak yang ditinggalkan, apapun itu cara dan bentuknya adalah sesuatu yang sangat punya arti dalam kehidupan ini.

 Di Jawa ada ritual yang disebut upacara “tedhak siten” (tedhak = idak = injak, siten = siti = tanah)

(more…)

Somewhere Out There May 6, 2009

Posted by tantikris in music.
12 comments

What do you feel about people you love when they are far away from you? You cannot meet them in person and being with them actually to show how you care. Maybe you can still talking to them by phone, for a while, if they are reachable, but you cannot see them nor give them your lovely smile, you cannot touch them nor give them your big hug.

All you can do is just keep thinking about them, bringing them into your pray, wishing them all the best wishes and waiting for the time you will be together.

(more…)

Muatan Beban April 27, 2009

Posted by tantikris in lens story.
17 comments

Hidup bagai melaju  berkendara diatas roda, berjalan menyusuri waktu. Kadang ngebut, kadang melambat, sesekali berhenti, beristirahat untuk kemudian kembali berjalan lagi, sampai nanti di tujuan akhir perhentian.

11

Perjalanan tak selalu ringan, ada beban yang harus dibawa sebagai muatan. Kadang beban itu begitu berat, tapi bisa dikemas dengan ringkas, mudah dibawa, meskipun berat tapi tak begitu membebani.

21

Kadang muatan itu tampak begitu besar, padahal sesungguhnya bila ditimbang tak seberapa  berat bebannya. Beban itu terlihat seolah-olah begitu besarnya, menyesakkan menyita segala kekuatan, apa semua itu bukan karena tak pandai mengemasnya dan membuatnya jadi sesuatu yang padat? Beban itu sebenarnya tidak seberat kelihatannya kok.

(more…)

Bukan Kambing Jantan April 21, 2009

Posted by tantikris in story.
18 comments

Aku ini  tidak sedang ingin bercerita tentang kambing, ada orang yang lebih ahli di bidang ini, malu ah sama  beliau ini. Aku juga bukan sedang membicarakan Kambing Jantan-nya Raditya Dika yang sudah sukses bikin aku terbahak-bahak saat membaca novelnya (katanya sudah dibikin filmnya juga, tapi aku nggak nonton sih). Aku ingin bercerita tentang zodiak Aries yang digambarkan dengan simbol kambing jantan.   

 

aries11

 

 

Oh ya, jangan salah. ini juga bukan karena aku tahu banyak tentang zodiak dan astrologi apalagi percaya pada ramalan-ramalan bintang, bukan, aku hanya tertarik saja pada beberapa aspek didalamnya. Aries adalah zodiak untuk orang yang lahir antara 20 Maret – 21 April, kalau digambarkan sebagai kambing jantan mungkin berkaitan dengan beberapa sifat yang dimilikinya.

 

Sepanjang yang kuketahui orang Aries ini disebutkan punya yang sifat agresif, energik, impulsif, berjiwa pemimpin, pantang menyerah, penuh ambisi, keras kepala, penuh kreatifitas dan inisiatif, maunya langsung ke sasaran, tidak suka basa-basi, nah karateristik yang kuat ini rasanya ‘bukan gue banget’ deh.  Karakterku yang Pisces ini rasanya lebih ‘lunak’ dan cenderung melankolis, karena perbedaan ini aku maklum saja waktu membaca beberapa artikel tentang astrologi yang menyebutkan bahwa Pisces bukanlah pasangan ideal Aries.

 

Meskipun temanku banyak, rasanya sejak remaja dulu aku jarang dekat dengan orang-orang Aries, bukan karena pilih-pilih teman (apalagi menyeleksi berdasarkan zodiak), kebetulan saja begitu. Tapi, aku merasa ini suatu bukan kebetulan kalau kemudian aku berteman dekat dengan seorang Aries yang kemudian setelah bersamanya selama sekian tahun lalu kami mengikat janji dan dipersatukan menjadi pasangan hidup.  Katanya Aries tidak cocok dengan Pisces, ah tapi buat kami ok-ok aja kok, hepi-hepi aja, kami bahagia.

 

Kelihatannya aku memang berjodoh dengan Aries !!

(more…)

Undangan April 8, 2009

Posted by tantikris in story.
15 comments

Kalau kau mendapakan suatu undangan apa yang akan kau lakukan dengannya? Pastinya dilihat dulu siapa yang mengundang, untuk acara apa, lalu kau lihat agendamu untuk melihat apakah bisa menghadiri undangan itu, apa yang harus dipersiapkan berkaitan dengannya. Dalam minggu ini aku mendapatkan beberapa undangan yang harus dipenuhi, ada empat undangan  yang akan kutunjukkan disini.

 

Undangan yang pertama adalah undangan rapat di kantor. Wah, rupanya pimpinan benar-benar mau memanfaatkan hari terakhir sebelum libur panjang akhir minggu ini, jadi.. yuk rapat dulu. Undangan yang ini undangan biasa, acaranyapun acara rutin biasa, tapi tentu saja aku harus hadir karena kalau tidak tugasku akan terhambat. Aku lega setelah melihat agendaku kosong pada hari dan jam itu, dan setelah mempersiapkan materi yang akan dibawa dalam rapat, yak ! aku siap untuk hadir.

 

Undangan kedua bentuknya unik, lihat deh !

 

undangan

(more…)

Fly Me to the Moon April 5, 2009

Posted by tantikris in music.
15 comments

Bulan lalu seorang teman mengirimiku CD dengan judul Songs for Friends, isinya adalah lagu-lagu pilihan, lagu-lagu everlasting yang dinyanyikannya sendiri. Tentu saja aku kemudian segera mengucapkan terima kasih padanya, apalagi karena disitu ada salah satu lagu favoritku “Fly Me to the Moon”.

 

Lagu ini adalah lagu lawas yang setahuku dulunya dinyanyikan oleh Frank Sinatra (1964). Suara penyanyinya mantap dan berkarakter membawakan lagu yang manis, melodinya enak didengar, liriknya sederhana tapi menyentuh hati, komposisi musiknya harmonis dengan   ritme sedang, bila mendengarnya  kepala dan bahu akan refleks ikut bergoyang mengikuti alunan swing yang membuat hati terbuai riang  Ah, lagu manis yang romantis tapi jauh dari kesan mendayu-dayu.

 Coba simak lagu ini

(more…)

Nyepi, Hening. March 26, 2009

Posted by tantikris in story.
13 comments

Pagi ini aku terbangun begitu saja,

bukan karena suara alarm jam di meja,

bukan karena suara berisik

bukan pula karena musik.

 

Pagi ini aku bangun tidak sepagi biasanya, sengaja, kan ini hari libur. Belum beranjak dari tempat tidur aku memicingkan mata melihat jam berapa ini,jam enam pagi lewat sedikit, sinar matahari mulai mengintip dibalik tirai jendela tapi kok, jam segini suasananya sepi. Sambil menyingkapkan  selimut dan bangun aku menajamkan pendengaranku, sunyi, yang terdengar hanya detak jam di kamar dan dengung halus pendingin ruangan, tidak terdengar suara-suara di luar. Doa pagiku berlangsung dalam suasana hening dan teduh, benar-benar dalam arti yang sesungguhnya.

 

Pagi ini kok agak lain ya apa yang membuatnya berbeda? (more…)