jump to navigation

Empat Mata August 30, 2008

Posted by tantikris in story.
13 comments

Awal tahun ini aku dapat kalender meja 2008 dari sebuah toko kacamata terkenal, desainnya simpel, bentuknya kecil memanjang warna hitam dengan cover berupa tulisan “What are you without your glasses?”. Sangat menarik, ini tentang kisah orang-orang yang ‘empat mata’ alias orang-orang yang berkacamata. Didalam kalender itu ada 12 statement – cerita singkat  pengalaman beberapa orang tentang hal itu di tiap lembar tiap bulannya, contohnya yang di bulan Juni : “Just look at me, I look smart and chic. My secret? Glasses”, yang di bulan Desember : “Without my glasses, I’m just a man who can not see the beautiful world

 

Yah, orang memang punya berbagai macam alasan untuk pakai kacamata. Sebagian besar karena perlu alat bantu untuk penglihatannya, tapi bisa juga untuk fashion aja, atau gabungan keduanya dan rasanya aku adalah termasuk salah satu dari golongan terakhir ini. Sebenarnya aku tidak suka pakai kacamata, tapi aku memerlukannya karena mataku miopia, kiri kanan minus 1 dan 0,75. Karena minusnya relatif ringan, biasanya sih aku hanya pakai kacamata kalau kerja atau aktivitas yang memerlukan alat bantu untuk melihat jelas dari jarak jauh, selain itu agak malas memakainya, masih kelihatan soalnya. Tapi biar begitu aku punya beberapa model kacamata lho, soalnya..ehm..buat fashion juga sih.

(more…)

Paman Gober dan Gudang Uang August 24, 2008

Posted by tantikris in story.
15 comments

“Dikelilingi recehan uang logam dimana-mana!”.. itulah yang kualami beberapa hari terakhir ini. Entah kenapa dalam dua minggu terakhir ini aku mendapatkan banyak sekali uang logam. Heran deh, kok kebetulan nominal yang kubelanjakan selalu menyisakan uang kembalian yang berupa koin, masih lumayan kalau itu koin limaratusan, nah ini berupa koin seratus dan dua ratus rupiah. Kantong kecil di dompetku, tempat biasanya aku menyimpan uang kecil penuh sesak hingga sulit kukancingkan, sebagian sudah kupindah ke tempat menyimpan koin di mobil (biasanya untuk membayar ‘polisi cepek’ di jalan) tapi hari-hari berikutnya tetap saja masih terisi kembali.

 

Aku jadi ingat Paman Gober! Tahu siapa dia kan? Itu, pamannya Donal Bebek yang kaya raya tapi pelit minta ampun. Hal yang paling disukainya adalah berada dalam gudang uangnya dimana tersimpan berkarung-karung dan bertumpukan menjulang uang-uang logam.

(more…)

Berkibarlah Benderaku August 18, 2008

Posted by tantikris in story.
15 comments

Bulan Agustus adalah saat dimana suasana semarak dengan nuansa merah putih. Sejak awal bulan ini, diberbagai tempat banyak dijumpai para penjual bendera merah putih  dari ukuran yang besar sampai ukuran kecil, yang berbahan kain bahkan kertas dan plastik, tak jarang mereka menjajakannya di perempatan jalan pada saat kendaraan berhenti di lampu merah. Bendera Sang Merah Putih yang biasanya hanya dikibarkan di instansi-instansi pada suasana formal, pada bulan ini akan tampil dalam berbagai bentuk dan menghiasi seluruh sudut kota, tak ketinggalan juga di lingkungan perumahan, membuat suasana meriah dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, setelah bendera terpasang di tiang depan rumah, kami jadi tertawa kecil memandanginya, baru sadar kalau ternyata bendera yang kami pakai ini umurnya sudah lebih dari delapan tahun, tak heran warnanya, khususnya yang putih  tidak lagi cemerlang bahkan cenderung kusam, jadinya seperti bendera pusaka..hahaha…. Ah, tapi tak apalah, dia masih terlihat gagah berkibar didepan rumah membawa semangat memperingati hari merdeka, (tapi tampaknya tahun depan benar-benar sudah waktunya ganti dengan bendera yang baru deh…hehehe…)

 

Hei, aku kok jadi tertarik memperhatikan tentang bendera !

Apa sih sebenarnya arti bendera suatu negara? Setahuku, bendera adalah simbol suatu negara, oleh karena itu maka desain, warna dan bentuknya mempunyai makna dan filosofi yang mencerminkan jati diri dari bangsa tersebut. Biasanya bendera negara berbentuk segi empat tetapi ternyata ada bendera negara dengan bentuk khusus, misalnya bendera Nepal yang berbentuk seperti dua segitiga yang saling bertumpuk. Warna bendera negarapun bervariasi, ada yang hanya satu warna tetapi banyak juga merupakan kombinasi dua macam warna atau lebih, tentu saja masing-masing pilihan warna itu mempunyai filosofi yang diyakini oleh warganegaranya. Sebagian bendera negara di dunia juga menambahkan adanya simbol atau gambar yang menunjukkan ciri khas negaranya, lihat saja daun maple pada bendera Kanada, atau gambar Angkor Wat pada bendera Kamboja. Meskipun ada berbagai macam warna tetapi rupanya ada warna-warna tertentu yang banyak dipakai pada berbagai bendera negara misalnya merah, putih, biru, kuning. Bendera negara kita, merah-putih rupanya sama dengan bendera Monako, dan mirip dengan bendera Polandia yang susunannya terbalik yaitu putih-merah. Tapi tidak hanya kita, ternyata bendera Belanda dan Luxemburg juga serupa susunan dan warnanya yaitu merah-putih-biru, masih ada lagi juga Rumania dan Chad dengan warna biru-kuning-merah. Ada satu negara yang benderanya hanya terdiri satu macam warna dan sama sekali tanpa simbol atau gambar apapun, itu adalah bendera Libya yang berwarna hijau polos!

 

Kembali ke bendera negara kita, Sang Merah Putih.

Tentu ada alasan kuat yang mendasarinya saat Sang Merah Putih ditetapkan sebagai bendera negara seperti yang tercantum pada UUD 1945 pasal 35. Sebenarnya aku ini orang yang sangat awam akan masalah kenegaraan, tapi aku ingat waktu sekolah dulu pernah diajarkan bahwa warna merah adalah merupakan lambang keberanian dan kewiraan sedangkan warna putih merupakan lambang kesucian dan setelah aku beranjak dewasa baru kusadari betapa dalam maknanya. Dalam berbagai catatan sejarah diketahui bahwa bendera merah-putih dalam beberapa bentuk dan istilah telah digunakan oleh kerajaan-kerajaan kuno di tanah air ini. Merah-putih ini telah disebut oleh Mpu Prapanca dalam Kitab Negarakertagama sebagai warna yang digunakan pada berbagai upacara kenegaraan di masa pemerintahan Hayam Wuruk di Kerajaan Majapahit. Pada masa yang lain, bendera merah-putih yang disebut sebagai “gula kelapa” juga dikibarkan oleh Sultan Ageng, dan dalam versi lain pula ditemukan pada pusaka peninggalan kerajaan Melayu-Minangkabau.

 

Pagi ini, waktu mengikuti Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 63, ada perasaan yang berdesir tak terkatakan saat aku melihat Sang Merah Putih dikibarkan. Bendera memang hanya sebuah benda, tapi saat dia dikibarkan, ini merupakan simbol kehormatan dan kebanggaan suatu negara, ada makna yang dibawanya.

 

Aku membayangkan bagaimana perasaan orang-orang yang ada di Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta, saat Sang Merah Putih dikibarkan untuk pertama kalinya sebagai bendera negara seusai pembacaan proklamasi negara Republik Indonesia? Mungkin perasaan campur aduk antara haru, bangga dan semangat yang bergelora atas kemerdekaan dan kehormatan negara tercinta, bendera itu bisa ada disana, berkibar dengah perkasa sebagai hasil dari perjuangan panjang yang tak kenal lelah dan patah semangat dari para pahlawan bangsa.

 

Aku membayangkan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, bagaimana heroiknya arek-arek Suroboyo itu berjuang untuk mengibarkan Sang Merah Putih diatas Hotel Oranje sebagai simbol kehormatan bangsa untuk lepas dari penjajah.

 

Aku membayangkan perasaan para atlit bulutangkis dan segenap pendukungnya saat Sang Merah Putih dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya di arena Olimpiade, rasa haru dan bangga yang seolah meledak memenuhi dada, telah mempersembahkan yang terbaik bagi negara tercinta, mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

 

Pagi ini, waktu melihat Sang Merah Putih dikibarkan,

ada semangat rasa cinta tanah air yang terbangkitkan. Aku cinta Indonesia, ini negeri yang indah dimana Tuhan tempatkan aku didalamnya, kalaupun saat ini kondisinya ‘carut marut’ diberbagai segi tapi bukan alasan untuk tidak menghargainya. Aku ada didalamnya, aku mungkin bukan siapa-siapa yang punya peranan besar untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik, tapi dari peran dan bagianku yang kecil sebagai warganegara, dalam kemampuanku, bila kulakukan dengan sungguh-sungguh aku yakin akan menjadi suatu sumbangsih yang berharga bagi negeriku.

 

Pagi ini, semangatku bangkit mengikuti beat riang lagu “Bendera” dari grup band Coklat :

 

Biar saja ku tak sehebat matahari
Tapi slalu kucoba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegar batu karang
Tapi ku slalu mencoba tuk melindungimu

Biar saja ku tak seharum bunga mawar
Tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu
Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi slalu kucoba tuk mengindahkanmu

Kupertahankan kau demi kehormatan bangsa
Kupertahankan kau demi tumpah darah
Semua pahlawan-pahlawanku

Reff :    Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Ku kan selalu menjagamu

Somewhere Out There August 18, 2008

Posted by tantikris in music.
4 comments

What do you feel about people you love when they are far away from you?

You cannot meet them in person and being with them actually to show how you care.Maybe you can still talking to them by phone, for a while, if they are reachable,

but you cannot see them nor give them your lovely smile,

you cannot touch them nor give them your big hug.

                                            

All you can do is just keep thinking about them,

bringing them into your pray,

wishing them all the best wishes,

and waiting for the time you will be together.

It’s just like this lovely song “Somewhere out there” sung by James Ingram & Linda Rondstat (but I love it better when it sung by two little children as a theme song in the cartoon movie “An American Tail” – 1987)

 

Somewhere out there, beneath the pale moonlight

Someone’s thinking of me and loving me tonight

Somewhere out there, someone’s saying a prayer

That we’ll find one another in that big somewhere out there

 

And eventhough I know how very far apart we are

It helps to think we might be wishing on the same bright star

And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby

It helps to think we’re sleeping underneath the same big sky

 

Somewhere out there if love can see us through

Then we’ll be together

Somewhere out there,

Out when dreams come true…

 

Are your beloved ones somewhere out there, thousands miles away from you,or maybe in the other part of the world? Do you miss each other so much so that you wanna be together  at once but distance keep you apart? Maybe you can listen to this song at http://www.youtube.com/watch?v=695OjkGWk-M& or sing along with me as what I used to do when I miss my beloved ones, for it really means a lot to me.

Angel Without Wings August 18, 2008

Posted by tantikris in reflection.
4 comments

Have you ever realized that a smile you gave could pleased someone?

Have you ever realized that some proper words you said sometimes could be helpful and supportive to someone who needs it?

Have you ever realized that sometimes just simple things we have done could become a manner of caring to others?

                                                                 

I’ve just learned that loving and caring could be showed by some ordinary things I’ve done in my daily life, something that maybe I’ve never been realized about,

I’ve just learned that just listen to a friend’s share about her/his problem and showed some empathy could be a big favor,

I’ve just learned that being a shoulder to cry on is not a big task to do, just be willing and it might became an encouragement to others,

I’ve just learned that I don’t have to be near-physically- to show how much I care to my beloved ones, I could show them my caring, loving and affections from a distance not by physically touch, but by touching their minds from the deep of my heart,

I’ve just learned that I don’t have to be like Mother Teresa to show how much I care to others for she’s a real angel who dedicated her entire life to the poor, how can I be compared with her?

But I’ve just learned that I don’t have to be somebody extraordinary to become an “angel” who do loving and caring, I could be just being me and myself, doing all the ordinary things but have my presence meaningful to others in more simple ways,

  

Have you ever thought about the meaning of your presence among anybody around you?

I think about my joy of  sharing something I have to others so they could sense it as my loving and caring to them

I think about how blessed I am to get the chance to be meaningful to anybody around me as I thought about how fortunate I am surrounded by the people who loved me

And for that I give thanks to the LORD with my grateful heart.

Hukum Probabilitas August 18, 2008

Posted by tantikris in story.
3 comments

Aku bukan orang yang pintar matematika karena tidak begitu pandai berhitung dengan angka-angka, kalaupun waktu sekolah dulu aku bisa, kemampuanku sih standar saja. Tapi kali ini aku jadi ingat tentang sesuatu yang berkaitan dengan hukum probabilitas. Probabilitas adalah peluang suatu kejadian. Kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi di masa mendatang dapat dihitung dalam suatu ukuran yang berupa angka peluang, seingatku rumusnya, begini nih :

Probabilitas suatu peristiwa =  jumlah kemungkinan hasil / jumlah total kemungkinan hasil. 

 

Aku ingat contohnya, kalau mata uang logam seratus rupiah dilemparkan ke udara, pada saat ditangkap dengan telapak tangan waktu jatuh nanti, berapa besar angka peluangnya untuk muncul sisi yang bergambar burung garuda? Nah, kalau ini mudah saja menghitungnya, karena ada dua sisi yaitu sisi yang bertuliskan angka 100 dan sisi yang bergambar burung garuda maka peluangnya adalah ½. Semakin besar jumlah total kemungkinan hasil, semakin kecillah angka peluangnya.

 

Banyak hal yang bisa dilihat dari penerapan hukum probabilitas ini dalam kehidupan sehari-hari, dan ada beberapa kejadian yang kulihat dan kualami beberapa waktu terakhir ini. Diawali dengan adanya undian mobil mewah dari salah satu Bank dimana aku adalah salah satu nasabahnya. Hadiah ini memang sangat menggiurkan, membuat orang tertarik untuk menjadi nasabahnya, atau yang sudah jadi nasabahnya berlomba-lomba untuk menaikkan saldo tabungannya dengan harapan mendapatkan hadiah utama. Selama ini aku belum pernah menang, tidak juga pada undian periode kemarin itu.  Kecewa? Ah, nggak juga, karena aku sudah bisa memperkirakan kalau peluangnya memang sangat kecil jadi yah, berharap secara realistis gitu deh.

 

Tapi dalam hidup ini memang banyak hal yang dapat menjadikan kita takjub kalau ternyata pada suatu angka peluang yang kecil ternyata kita telah menemukannya atau bahkan kitalah yang ada didalamnya. Entah itu yang disebut faktor keberuntungan atau ketidakberuntungan, faktanya adalah ternyata kita berada didalam angka yang kecil itu.

 

Minggu lalu. teman kerjaku yang sedang bertugas ke Jogjakarta menelponku hanya untuk memberitahukan kalau dia sedang menginap di Hotel Melia Purosani dan tanpa reservasi atau permintaan khusus ternyata dia menempati kamar yang sama yang beberapa bulan yang lalu pernah kami tempati pada suatu acara konferensi. Kok bisa ya, padahal ada puluhan kamar disitu, kok dapatnya yang ini… nah, pada angka peluang yang kecil itulah dia berada.

 

Lain lagi kejadian dua minggu sebelumnya, kali ini ceritanya tentang weton. Sebagai orang Jawa yang tidak pernah memperhatikan weton atau hari lahir, aku sempat takjub waktu bertemu dengan teman baru yang secara tidak sengaja kuketahui ternyata punya weton sama denganku yaitu Jumat Pahing dan kebetulan dalam beberapa hal pula punya beberapa kesamaan dalam minat dan pemikiran… hahaha…kami sama-sama tertawa menyadarinya…ada juga ternyata orang yang wetonnya Jumat Pahing, dia orang pertama yang kutemui punya weton yang sama denganku. Dalam peluang yang kecil aku ternyata menemukannya.

 

Tapi yang paling lucu adalah kisah temanku Aprilia. Sebagai dokter gigi yang sibuk dan ibu muda dari dua jagoan cilik balita dia sangat memerlukan bantuan pembantu rumah tangga dalam aktivitasnya sehari-hari. Tahu sendiri deh, sekarang ini susah mencari pembantu rumah tangga yang cocok, sebentar ganti, keluar masuk, gitu deh. Suatu ketika setelah beberapa saat mencari dia mendapat kandidat yang sesuai dan mulailah dia meng-interview seperti layaknya seleksi masuk calon pegawai. Diawali dengan pertanyaan namamu siapa? Dan dia menjawab : “Aprilia”.  Hah? Glodak…Aprilia-temanku terkaget-kaget dengan suksesnya… Berapa banyak sih orang  yang namanya Aprilia? kok ya ini pas ketemu nama yang sama.

 

OK deh, namanya sama Aprilia, lalu panggilannya siapa? “Lia” jawabnya lagi. Hah? Glodak yang kedua.. lha kok sama lagi… Nama lengkapmu siapa “Aprilia Fitri”, ya udah kalau begitu nanti dipanggil Fitri aja… dan akhirnya karena dia memenuhi syarat jadilah dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dirumahnya. Tapi apa yang terjadi? Dipanggil Fitri berkali-kalipun dia tidak menyahut atau datang… yah, bagaimana lagi, Aprilia-yang PRT ini orang yang lugu yang merasa kalau panggilannya adalah Lia jadi dia sekalipun dia tidak akan menoleh kalau dipanggil dengan nama Fitri… Terpaksa deh, ada dua Lia dirumah itu.

 

Sekarang kami teman-temannya dikantor suka menggodanya.. “Mbak Lia, udah cuci piring belum?” atau Mbak Lia, lantainya udah disapu belum?” dan Lia- temanku cuma bisa nyengir aja..…hahaha… Berapa besar sih angka peluang pembantu dan majikan yang bernama sama? Pastinya kecil angkanya, tapi disinilah duo-Aprilia ini berada… Kalau Shakespeare bilang “What is in a name”, wah buat Aprilia itu pasti sangat berarti…hehehe….

Rambut Putih dan Kebijaksanaan August 18, 2008

Posted by tantikris in story.
add a comment

Kemarin pagi saat asyik ngobrol tiba-tiba sahabatku berhenti berbicara dan menatap tajam kearah kerambutku… “Apa”? tanyaku dengan heran… “sebentar” katanya, sambil  tangannya terulur kerambutku…”kayaknya ada rambut putihnya deh”.  “Mana? Cabut aja” kataku segera, dan setelah memilah sebentar akhirnya tercabutlah sehelai rambut yang separonya berwarna putih dan separonya lagi berwarna coklat kemerahan seperti rambut jagung, sebentar lagi pasti dia akan kehilangan pigmennya dan berubah warna menjadi putih… “Huaaaaa….” teriakku saat menerima helai rambut panjang itu, ini bukan kejadian pertama, beberapa bulan lalu aku sudah menemukan rambut putih pertamaku, tapi tidak sepanjang yang sekarang ini. Entah kenapa lalu tiba-tiba sepintas terbayang film Mandarin The Bride with White Hair dimana tokohnya adalah pendekar wanita yang berambut panjang dan putiiiih …waaaa…serem… Kalau rambutku berwarna putih semua apa aku akan jadi kelihatan seperti nenek-nenek ya?…. Waaa…. mana ada wanita yang mau dibilang tua?

 

Kuamati lagi rambut setengah putih ditanganku sambil menenangkan hati… Ah, bukan cuma aku kok yang mengalaminya, beberapa teman yang kukenal yang bahkan usianya jauh lebih muda dari aku rambutnyapun sudah mulai memutih, so what gitu lohh… Apalagi , sekarang sudah banyak tersedia pewarna rambut, bukankah itu bisa jadi pilihan terakhir kalau memang diperlukan, dan ini kelihatannya belum perlu kok, masih satu rambut kok yang ditemukan, ah.. gitu aja kok repot

 

Sambil masuk ke ruang kerjaku, rambut putih itu masih kubawa dan kuletakkan diatas agenda yang berwarna hitam, kali ini kupandangi sambil tersenyum… Kalau rambutnya sudah memutih, artinya orang itu sudah tua.. jadi aku sudah tua ya? maunya kok dibilang muda terus… Aku bukan orang yang suka menyembunyikan usia sih, cuma kadang suka lupa kalau sedang berkumpul dengan teman-teman yang lebih muda, rasanya seperti teman sebaya aja…hihihi… Menjadi tua adalah fenomena alam, suka tidak suka, mau tidak mau, semua orang akan menjadi tua, jadi ya dijalani saja to? apa masalahnya dengan menjadi tua?… Aku jadi ingat ada pepatah yang mengatakan kalau rambut yang memutih itu adalah simbol kebijaksanaan, mungkin maksudnya adalah kalau orang semakin tua usianya mestinya semakin bijaksanalah dia. Semakin bertambah usia, semakin banyaklah hal-hal yang telah dialami, semakin banyaklah pengetahuan dan pengalaman yang didapat. Ada banyak hal yang ingin orang raih dalam hidupnya, kepandaian, kekayaan, kejayaan, tapi semua itu sia-sia kalau dia tidak punya sifat bijaksana. Ketika Raja Salomo diijinkan untuk meminta hal yang akan diberikan Tuhan kepadanya*, bukan kekayaan atau kejayaan yang dimintanya tetapi dia meminta diberi hati yang paham untuk menimbang perkara, kemampuan untuk dapat membedakan yang  baik dan yang jahat, dia memohon hikmat, mohon untuk diberi hati yang bijaksana! Kebijaksanaan tidak diperoleh dari kepandaian atau kekayaan, orang yang bijak adalah orang yang menyadari keterbatasannya sebagai manusia sehingga ia bersedia belajar dan menerima didikan baik dari Tuhan maupun sesamanya. Tentu saja tidak harus menunggu tua seseorang menjadi bijaksana, tapi kalau usianya sudah bertambah tapi tidak juga dia menjadi bijaksana, lalu apa arti hidupnya?

 

Aku memandang lagi sehelai rambut putihku, kuambil dari atas agenda dan perlahan kubuang ke tempat sampah dan berkata dalam hati… sudahkan aku jadi orang yang bijak? hari ini aku diingatkan untuk menjadi lebih bijaksana. Aku jadi tersenyum membayangkan kalau padaku ditanyakan bahwa aku diberi kesempatan untuk membuat 3 permohonan dalam hidupku yang akan dipenuhi.. maka permohonan yang pertama adalah seperti Raja Salomo aku akan memohon diberi hati yang bijaksana !… Lalu permohonan kedua dan yang ketiganya adalah………….. hhmmm….rahasia deeehhh…

 

* I Raj 3 : 5-14

A Sweet Message in the Morning August 18, 2008

Posted by tantikris in reflection.
4 comments

I woke up as usual yesterday,

I open my eyes and wanted to know what was the time.

It was dark, so instead of looking at the clock in the wall I reached my cellphone beside my bed and look at the time in it, but then it was not the time that I captured on because I found an unread sms sent last night, so I decided to read it first, it was a nice message that made me smile. That nice thing was the first I captured when I open my eyes  and smiling was the first thing I did that morning. I kept thinking about the message and the one who sent it which then bring a nice feeling that brighten up my whole day even I had the busy day with tight schedule yesterday.

 

Have you ever had the same experience that something you had in the morning will affect and colored your whole day? I noticed that when I thought about something nice in the morning my whole day will be cheerful, but on the contrary when I started a day with a bad mood then the whole day will be worse.

 

It’s not everyday you have someone sent you a sweet sms in the morning, but then I thought :

didn’t everyday, every morning I got a sweet message from “Someone” special but I didn’t quite recognized it and just thought it was something ordinary?

The message were sent by the fresh morning air I exhaled,

by the beautiful sunshine I saw,

by the bird’s song I heard sometimes,

by the ftness body after the good rest and sleep,

by the nice feeling to be with my beloved one when I open my eyes,

by the strengthness mind to run the whole day even when it is a hard one,

by all the blessings He gave to start a new day,

and He had done it everyday, took care of it day by day in my life !!!

Because of  God’s great love we are not consumed, for His compassions never fail. They are new every morning, great is Your faithfulness.

 

Think about what you are going to have first thing in the morning when you wake up tomorrow,

think about what you are going to see,

think about what you are going to say,

think about what you are going to do,

Begin a day with a grateful attitude, and the whole day will be cheerful !!

Today is Present August 18, 2008

Posted by tantikris in reflection.
1 comment so far

When we watch the movie Kungfu Panda last night,

it was not just the fun we got, but there was something that I captured and touched my heart

it was when Master Oogway said to Po-the Panda about not to worry to fulfill his destiny to be chosen as The Dragon Warrior, this is what he said :

 Yesterday is memory,

   Tomorrow is mistery

   But today is a gift, that’s why  we call it present !”

 

Yes, he was right !!

How many of us keep on look back at yesterday, do some regrets of what we did sometimes wish that things should be better when I did this or not to do that,

It is good to look back to make an evaluation to be better in the next but to regret? It does not bring anything good than just dissapointment.

Yesterday is memory!

 

And how many of us often worry about tomorrow,

about what we are going to do,

about what we are going to have

about how life will be going when everything is hard in this uncertain world

Worry – in some intensity and under some circumstances- is needed, specially when it lead to something good or an awareness. Say that “I am worry about getting sick so I keep myself healthy by doing exercises and take only healthy foods” or “I am worry about getting fail in the exam so I study hard for it”. But too much worry  is not that kind of something that lead into something good, for example worry about the future. Why should we worry about the future? Look at the birds of the air; they do not sow or reap or store away in barns, and yet God feeds them. Are we not much more valuable than they? See how the lilies of the field grow, they do not labor or spin. If that is how God clothes the grass of the field -which is here today and tomorrow is thrown into the fire- will He not much more clothe us?  Who of us by worrying can add a single hour to our life?  So, why should be worry about tomorrow, for tomorrow will worry about itself. Each day has enough trouble of its own.

Tomorrow is mystery !

 

But today is a gift.

Is this not a gift that when we wake up in the morning it means that we have a chance to life one more day?

Is this not a gift that every new day we have will bring new opportunity and hope as well?

This is the day The Lord has made

Let us rejoice and be glad in it.

Yes, today is present !

Wish Upon a Star August 18, 2008

Posted by tantikris in music.
1 comment so far

Last night I had a serene moment

when I sat in the patio and looked up at the sky

It was full moon,

the dark sky was clear,

moonshine glowing,

surrounded by the stars

which sparkling like diamonds,

the precious jewels on the sky,

how pretty they were,

 

I starred at the twinkle stars

fascinated by their beauty,

it remind me to something about wishes,

it remind me to this sweet song

which then I slowly sang :

 

When you wish upon a star
Makes no difference who you are
Anything your heart desires
Will come to you

 

 

 

If your heart is in your dreams

no request is too extreme

When you wish upon a star

as dreamers do

 

 

 

Fate is kind

She brings to those who love

as sweet fullfillment of their secret drowns


 

Like a boat out of the blue
Fate steps in and see’s you through
When you wish upon a star
Your dreams come true