The Rain and Us November 25, 2008
Posted by tantikris in story.16 comments
I was busy preparing dinner when I heard the sound of the rain outside,
I looked through the kitchen window an saw the rain started to falling
I smiled and think…
I love the rain,
It reminds me to the cool and the freshness.
I like to see it flourish the earth,
made the plants and flowers wet and fresh
I like to smell the fragrance of the ground and the grass
when the first rain falling into it
I love to hear the rhythm of the falling rain
it sounds like a sweet melody that serene my heart
I don’t know how, but in some ways rainy moment leads me into some sentimental feelings.
But the rain will unpleased me
when it turns into a heavy one,
when plenty of water are downpoured from the sky,
when it accompanied by the dark clouds, lightening and thunder,
it’s not just unpleased me, but made me scared and feel insecured
Tawa Setelah Duka November 17, 2008
Posted by tantikris in story.14 comments
Saat kedukaan datang rasanya dunia tak berwarna, semua terlihat kelabu seperti mendung yang gelap. Tapi bukankah tak selamanya mendung itu kelabu? Kehidupan akan tetap berjalan, perlahan-lahan mendungpun akan hilang setelah hujan turun, langit akan kembali cerah bahkan mungkin akan tampak pelangi yang berwarna-warni.
Dalam “Sex and the City – the Movie”, hidup Carrie Bradshaw terasa hancur berkeping-keping saat Mr. Big meninggalkannya di altar hanya sesaat sebelum upacara pernikahan mereka. Pernikahan impian yang selama ini diidamkannya -yang sudah tepat ada didepan mata- tiba-tiba musnah dalam sekejap mata. Hidupnya segera berubah menjadi gelap kelabu hanya dalam beberapa saat.! Ketiga sahabatnya bertekad untuk menghiburnya, mereka sepakat menyertainya dalam liburan ke Mexico yang seharusnya jadi liburan bulan madunya, tapi apapun upaya mereka, seindah apapun tempat yang mereka kunjungi, tidak ada lagi Carrie yang ceria, yang ada hanya si cantik yang murung dan berduka.
Untuk Ayah Tercinta November 10, 2008
Posted by tantikris in poem.17 comments
Betapa aku sangat mengagumimu saat ku kecil
Kau orang yang selalu tahu jawaban semua pertanyaanku
Kau yang mengajarku berhitung dan ilmu pasti dari contoh nyata hal-hal kecil
Kau yang mengajarku membaca hingga kusuka membaca segala buku
Wajahmu teduh seperti yang selalu kuingat
Sabar dan selalu memandang segala sesuatu dengan hikmat
Senandung dan leluconmu membuat rumah kita selalu hangat
Kau tak pandai mengungkapkan perasaan tapi kami tahu kau mencintai kami dengan sangat
Kau yang mengenalkanku pada musik yang indah,
darimulah kami mewarisi talentamu
Kau mengenalkanku pada seni dan mengapresiasinya secara batiniah,
Membuatnya jadi sesuatu yang memperkaya wawasan dan penyeimbang ilmu
Saat aku beranjak besar kau bukan lagi tokoh pandai sang segala tahu
Saat semakin banyak sumber lain yang kupelajari dan memberiku berbagai pengetahuan baru
Tapi tetap kau selalu sumber pengetahuanku, lebih dari ilmu, sesuatu yang bermakna di kalbu
Yaitu pengetahuan untuk selalu berlaku bijak dan berhikmat dalam segala tingkah laku
