Undangan April 8, 2009
Posted by tantikris in story.trackback
Kalau kau mendapakan suatu undangan apa yang akan kau lakukan dengannya? Pastinya dilihat dulu siapa yang mengundang, untuk acara apa, lalu kau lihat agendamu untuk melihat apakah bisa menghadiri undangan itu, apa yang harus dipersiapkan berkaitan dengannya. Dalam minggu ini aku mendapatkan beberapa undangan yang harus dipenuhi, ada empat undangan yang akan kutunjukkan disini.
Undangan yang pertama adalah undangan rapat di kantor. Wah, rupanya pimpinan benar-benar mau memanfaatkan hari terakhir sebelum libur panjang akhir minggu ini, jadi.. yuk rapat dulu. Undangan yang ini undangan biasa, acaranyapun acara rutin biasa, tapi tentu saja aku harus hadir karena kalau tidak tugasku akan terhambat. Aku lega setelah melihat agendaku kosong pada hari dan jam itu, dan setelah mempersiapkan materi yang akan dibawa dalam rapat, yak ! aku siap untuk hadir.
Undangan kedua bentuknya unik, lihat deh !

Ini adalah undangan perkawinan yang terdiri dari kotak kue plastik dengan foto kedua mempelai diatas tutupnya. Didalam kotak kue yang berfungsi sebagai ‘amplop’ itu ada undangan mungil berwarna hijau dan beberapa permen !!. Aku jadi tersenyum saat melihatnya, kreatif juga idenya.
Orang yang memberikan undangan ini adalah muridku, tentu saja aku turut senang melihat dia sudah menemukan pendamping hidupnya, tapi melihat tanggal dan tempatnya, dengan menyesal aku tidak dapat menghadirinya karena pada saat yang sama aku sedang berada di kota yang jauh letaknya dengan tempat acara ini. Nanti aku akan menitipkan kado saja dan memberinya ucapan selamat minggu depan kalau dia sudah masuk kembali.
Undangan ketiga dari Pak Ketua RT dalam kapasitasnya sebagai ketua KPPS Pemilihan Umum di lingkungan rumahku. Ini adalah undangan untuk memberikan suara pada Pemilihan Umum Anggota Legislatif 9 April 2009.

Sebenarnya aku tidak terlalu antusias untuk menghadiri undangan ini karena tidak merasa terlalu yakin dengan mana yang akan kupilih nanti. Tapi, sebagai warganegara yang baik tentunya aku harus melakukan kewajibanku dan berpartisipasi sesuai bagianku, sudah diundang kan harus menghormati yang mengundang kan? jadi… yak, aku akan datang dan siap mencontreng. Jangan tanya siapa yang kucontreng ya…. hihihi
Undangan yang ke empat tidak dalam bentuk kertas atau dalam bentuk yang bisa dilihat dan dibaca, tapi ini spesial. Ini adalah undangan untuk mengikuti Perjamuan Kudus Paskah. Undangan ini datangNya dari Sang Maha Mulia, tidak terlihat tapi terdengar sebagai bisikan lembut yang terasa di hati. Suatu kehormatan besar, siapakah aku orang berdosa ini sehingga layak hadir di meja Perjamuan KudusMu?
Aku akan datang ya Tuhan. Aku tahu, hanya karena besarNya kasihMu yang telah melayakkan aku masuk kedalam kemuliaanMu. Agung dan besarNya kasihMu hingga kuingin datang mengingat kembali kesengsaraan dan kemenanganMu, penggenapan Karya terbesarMu untuk umatMu yang sangat Kau kasihi, betapa mungkin aku tak bersyukur karenaNya? Betapa mungkin akan kuabaikan segala karuniaMu atas hidupKu? Aku siapkan hati untuk menyambut panggilanMu.

The Last Supper (www.masterartreproduction.com)
Aku selalu berpikir bahwa menerima undangan adalah suatu kehormatan. Kalau kita diundang oleh seseorang, artinya dalam hal tertentu kita adalah sosok yang berarti untuk pengundang itu, jadi menghadiri suatu undangan adalah bentuk respon kita akan penghormatan yang diberikan itu.
Nah, bagaimana dengan kalian semua? Adakah undangan yang harus dipenuhi minggu ini? Para pembaca warganegara Republik Indonesia yang sudah tercatat sebagai pemilih, sudah dapat undangan dari KPPS belum? Sebaiknya jangan golput (idih… sok menghimbau) jadi, selamat mencontreng yah !!
Dan bagi pembaca yang umat Kristiani, aku ucapkan selamat menyambut Paskah. Hosana, segala kemuliaan hanya bagi Dia ditempat Yang Maha Tinggi !!
Bentuk undangan mungkin memengaruhi antusiasme untuk datang ya mbak.
Salam kenal
Artikel terbaru dari Murid Baru: Cerdas Bermedia dan Cerdas dari Media
Benar, meskipun bukan satu-satunya, tapi bentuk undangan adalah salah satunya yang membuat orang berpikir untuk memenuhinya atau tidak.. Salam kenal juga
Selamat menyambut Tri Suci Paskah Tanti
Aku tetap harus bekerja di hari Jumat, hiks. Karena di sini bukan hari libur.
EM
Selamat Paskah Imel.
, apapun yang terjadi makna Paskah tetap sama ya?GBU
Selamat bekerja juga
Ada undangan yang wajib datang tapi ada juga undangan yang bersifat optional.
Walau bingung juga mau pilih apa, tapi sebagai warga negara yang baik, juga supaya ditiru anakku, saya tetap datang ke TPS dan melakukan pencontrengan.
Jadi Ibu sudah memenuhi undangan dan mengambil bagian sebagai warganegara dalam Pemilu ya?
*lirik jari yang bertinta*
oh…
jadi ketua kpps toh.. huebat tenan deh..
mbake… jangan cari namaku ya, dan jangan contreng namaku, nanti kalau banyak yang nyontreng gimana dengan dagangan somay nya, bisa-bisa ongkos ke palembang enggak ada
Lha, Abi bukannya caleg no 1 dari PSI (Partai Somay Indonesia).. waduh.. lha aku keburu nyontreng dengan semangat tuh.. gimana dunk..
wah, saya juga sudah dapat undangan buat tgl 9 april nih.tinggal ngitung kancing buat nyontrengnya nanti, hihihi…
Nah, itu dia… saya tadi lupa pake baju yang berkancing, makanya bingung milihnya, kelamaan di bilik suara…
Saya masih WNI, cinta bangsa tapi ngga nyontreng karena males
Saya orang Katolik, ke gereja dan selamat Paskah, Mbakyu hehehe
Selamat Paskah Donny !!
Nah, suatu hari nanti, aku tidak akan memberikan undangan dalam bentuk teks tertulis seperti itu kepadamu. Melainkan, tiba-tiba ada penunggang kuda berhenti di depan rumahmu. Ia seorang punggawa kerajaan. Sambil masih duduk di atas kuda, ia membuka gulungan lembaran kulit, dan berseru lantang:
“Perhatiaaannn… Perhatiaaannn…”
Hihihi… Tetap datang kan?
Hmm… sebenarnya lebih menarik kalo yang datang itu sang pangeran sendiri, yang berkuda putih, yang akan menyelamatkan sang putri di menara..
tapi yo wis lah.. punggawanya yang datang juga nggak apa-apa… aku akan tetap datang memenuhi undangannya yang aneh …
*nunggu di depan rumah, dengerin.. tak tik tak tik tuk suara sepatu kuda*
Saya gak dapat undangan apa-apa, Mba’ …gak juga undangan dari KPPS ..
Jadi saya terima aja undangan temen keluar kota
So sorry Mba’ku,, kita jadi selisih jalan
Harusnya aku undang duluan ya?.. hiks…
*ngakak dulu baca komentar Daniel… Hmmm kenapa temanya nggak jauh dari seseorang yang berkuda? Sindrom jenis baru? Wkkkk… Pis Dan…pis!*
Aku juga dapat undangan untuk tanggal 9 kemarin, dan aku sudah datang.
Undangan yang tanggal 9 kemarin tidak disampaikan oleh seorang punggawa yang naik kuda kan Yog? Dia nggak berseru-seru.. “Perhatian.. perhatian” gitu kan?:-/
Nah kini, kuundang kemari saja dulu ya…
(tak ada penunggang kuda kali ini)
http://penganyamkata.wordpress.com/2009/04/10/mengapa-aku-memilih-golput/
Kemana si penunggang kudanya?
Sugeng Paskah buat Mbak Tanti dan keluarga..
Semoga kerendahan hati dan kasih Yesus mampu meneladani kita semua. Amin.
Amin.
Selamat Paskah juga untuk Puak sekeluarga.
Mbak…
ada sesuatu di blogku, kalau sempat tolong diambil ya…
Eh, baru datang dari Jogja nih Bi, ok deh.. segera kesana
*melesat*
Happy Ester day ya mbak…
ohya…ada kebiasaan orang2 di Duri, kalau mo ngundang mereka dateng dengan sepiring permen, rokok atau kue2 dan mereka meminta orang yg mereka undang untuk mengambil undangan dengan mencomot salah satunya…unik ya mbak
Thanks Ria.
Unik juga ya undangan di Duri.. baru tahu lho.. Kalo aku pasti hanya akan mencomot kuenya, nggak mungkin ngambil rokoknya..hehe..
hallo kakak tanti, moga masih inget ma adikmu ini. lama ga kontak ya liat undangan kakak, aq dateng tuk ucapin met paskah yoooo
Ini Pu Yi?… haih… ada angin apa tiba2 muncul di blogsphere? Thanks ya…
kangen nih… kapan ngobrol2 lagi?
Selamat Paskah, Mbak…
Dan oh ya,
undangan muridnya: SO COOL!
tapi muahal tuh kalo undangannya begituuuu…. Tapi masa ikut-ikutan kayak undangan nyontreng itu ya? alias pake kertas fotokopian?
Lebih mahal lagi kalo pake punggawa berkuda La.. hihihi. Nah, jadi Lala mau kirim undangan yang gimana? aku tunggu lho ya…
Hai mbak lam knl aja ya aq asli wonogiri jateng mau ikut nimbrung nih mbak,itu pun klw boleh lhog
Hai.. salam kenal… silahkan lho… disambut dengan senang hati