Lost and Found June 9, 2009
Posted by tantikris in story.trackback
Dua tahun lalu aku pernah punya pengalaman tidak menyenangkan dengan salah satu maskapai penerbangan swasta nasional, saat itu entah bagaimana bagasiku bisa terbang terbawa ke kota lain, bukan kota tujuanku, padahal itu bukan penerbangan transit lho. Terpaksa aku harus berurusan dengan konter Lost & Found untuk mengurus bagasiku yang nyasar itu yang baru bisa kuterima keesokan harinya. Sejak saat itu aku jarang sekali menggunakan jasa maskapai ini, kutempatkan pada pilihan terakhir kalau aku masih bisa memilih yang lain. Tapi akhir minggu lalu, sikonnya tidak memungkinkan, jadilah kami ke Jakarta dengan menumpang pesawat maskapai tersebut.

Pada waktu menunggu pengambilan bagasi mataku tertuju pada petunjuk konter Lost & Found, ini adalah konter dimana penumpang dapat melaporkan segala hal tentang kehilangan barang yang dibawanya atau tentang penemuannya akan sesuatu barang selama penerbangannya. Simbolnya adalah tanda tanya, payung dan sarung tangan, oh..mungkin barang-barang itu yang sering hilang, tertinggal atau ditemukan orang. Wah, kalau ‘hanya’ kehilangan barang-barang ‘kecil’ seperti itu mungkin tidak terlalu terasa ya, tapi kalau kehilangan bagasi seperti yang kualami saat itu pasti sangat tidak menyenangkan.
Kecil atau besar, memangnya enak kehilangan sesuatu?
Kehilangan adalah hal yang tidak menyenangkan, apalagi kalau yang hilang adalah sesuatu yang berharga, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang tidak ingin dilepaskan. Apa yang akan dilakukan kalau kehilangan sesuatu? Ada sih yang pasrah aja dan menerimanya, tapi umumnya sih akan mencari dan ingin menemukannya kembali. Proses mencari tidak selalu mudah, kadang butuh waktu dan tidak selalu ketemu apa yang dicari.
Sebaliknya, senang rasanya kalau bisa menemukan sesuatu yang hilang, apalagi kalau itu adalah sesuatu yang sudah lama dicari. Tapi bisa jadi, saat tidak sedang mencari tiba-tiba kita menemukan sesuatu, ini bisa jadi suatu kejutan, atau sedang mencari sesuatu yang lain ternyata menemukan hal yang lain pula, serendipity.
Akhir minggu lalu aku memang tidak perlu berurusan dengan konter Lost & Found, tapi aku menemukan sesuatu setelah mengalami kehilangan sekian lama. Menemukannya bukan di bandara atau di suatu tempat, aku menemukan sesuatu di Facebook.
Awalnya aku tidak terlalu tertarik untuk bergabung dengan jejaring sosial Facebook meskipun sudah lama aku tahu tentang situs ini dan fenomenanya yang happening. Kalau akhirnya aku punya akun itu sebenarnya gara-gara ingin tahu saja setelah membaca pernyataan Hermawan Kertajaya di salah satu media yang mengatakan bahwa dia punya akun FB yang aktif dengan jumlah teman lebih dari seribu. Hah? Orang sekelas beliau FB-an juga? Hehe…Setelah punya akun FB-pun aku jarang membukanya, meskipun ada beberapa yang menambahkan dan kutambahkan sebagai teman tapi itu cuma sambil lalu saja.
Semua itu berubah saat seorang teman lama menemukanku, ini sebuah kejutan untukku karena dia dulu adalah sahabatku waktu SMA di Jogjakarta dan sudah lama tidak menjalin kontak. Berawal dari add dia di FB, satu demi satu akhirnya kami bertemu dengan teman-teman lama saat SMA, menjalin silaturahmi melalui sarana ini. Menyenangkan sekali bisa menemukan kembali teman dimasa-masa remaja, mengingat masa-masa indah dalam hidup yang tak akan terulang, berbincang berbagai kisah lucu bahkan konyol yang pernah kami alami, berbagi foto-foto jadul yang penuh kenangan.

Ada anekdot yang menyatakan “FB bisa menyatukan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”..hehehe. Memang benar itu bisa menyatukan yang jauh, buktinya kami akhirnya bisa bertemu lagi setelah terpisahkan oleh jarak dan waktu, tapi apa benar menjauhkan yang dekat? Buatku itu tidak berlaku, karena kekasih hatiku yang jadi pendamping hidupku ini dulunya adalah teman SMAku juga..hehehe.. jadinya semakin seru karena kamipun jadi asyik mengenang romansa masa lalu ditambah lagi dengan ketemu teman-teman lama.
Setelah beberapa saat berkontak secara intens, kami sepakat untuk bertemu dalam suatu reuni kecil. Meskipun kami tersebar di berbagai kota, tetapi karena sebagian besar tinggal di Jakarta akhirnya diputuskanlah kami akan bertemu disana.

Waktu sudah ditentukan, tempat sudah dipesan, duapuluh orang akan bertemu setelah dua dasawarsa terpisahkan. Seru dan tak sabar rasanya menantikan saatnya bertemu dengan para sahabat setelah sekian lama kehilangan komunikasi dan kontak. Ada keriangan tak terkira membayangkan akan menemukan keceriaan yang dulu pernah kami rasakan bersama di masa-masa yang tak kan pernah terlupa. Penasaran ingin tahu seperti apa wajah dan penampilan setelah usia bertambah, ingin berjumpa dan mendengar cerita setelah lama tak berjumpa.
Dan akhirnya….. bertemulah kami.

Whaaaa… inilah penampilan kami sekarang, heraan… beberapa orang tampak tak berubah sama sekali, sama seperti waktu SMA dulu tapi ada pula yang benar-benar berubah hingga tak lagi dikenali, sebagian besar sudah tampak ada rambut putih satu dua seperti highlight, atau lemak yang tertimbun disana-sini, kerutan halus yang samar tapi juga pancaran sinar wibawa kedewasaan. Apapun itu, bagiku semua wajah itu tampak tak berubah dimataku, celetukan dan gurauan itu terdengar sama ditelingaku, senangnya bersama mereka lagi, kembali ke masa muda yang ceria.
Dua dasawarsa (aih tua amat.sih
….hihihi) kami saling kehilangan, sekarang kembali saling menemukan.
Dulu kami masih culun dan lugu, saat ini sudah jadi bapak dan ibu.
Dulu kami remaja yang bebas tanpa beban, sekarang telah jadi orang yang menapaki karir menuju mapan.
Dulu kami bersama berlomba memacu prestasi dan saling menyemangati, sekarang itu semua terbukti jadi bekal untuk menjalani hidup yang sangat berarti
Berjam-jam waktu berlalu tanpa terasa, ceria dengan derai tawa dan sukacita. Hanyut dalam nostalgia dan berbagi cerita tentang masa yang telah berlalu dimana kami tak lagi bersama. Waktu akhirnya malam telah larut dan kami harus pulang kembali kerumah masing-masing, ada keceriaan yang masih terbawa.
Tidak sekedar larut akan nostalgia masa remaja ada sesuatu yang membuatku berbahagia. Indahnya nilai persahabatan ternyata tak lekang oleh ruang dan waktu. Sesuatu yang hilang telah ditemukan kembali. Lost and Found? Atau mungkin semua itu memang tak pernah hilang diantara kami? Aku menemukan kembali teman-teman baikku, tepatnya kami saling menemukan satu sama lain, betapa bersyukurnya aku.
Sek, sebelum mbaca dan komen serius, mau njerit dulu:
Huuuaaaaaaaaa………………… Foto SMA!!! Yang mana ya Si Gadis Sunslik itu. Ahuhuuu…
Sorry, nggak tahan njerit soalnya. Maklum, aku kan nggak punya akun fb. Jadi, jadi, jadi, siap-siap berburu foto SMA yang lebih close up ah…
Du-du-du-du-du…
Pssstt…njerit2 di rumah orang, tidak sopan itu…
Mau berburu dimana? salah sendiri nggak punya akun FB !! hihihi….
*smug*
wah di Marche…. aku jadi kangen juga ingin ke sana. Di sana enak juga dengan sistem satu orang satu bon sih ya. Cuma Kuningannya itu yang ngga nahanin.
aku juga bisa membuat reuni SMP waktu mudik Februari lalu dengan kehadiran 30 orang! gara-gara FB.
Malah SMA nya males buat reuni abis bener-bener super sibuk semua, dan…. sejenis hahahaa. Memang salah satu tujuan reuni kan untuk mengetahui lawan jenis kita yang kita taksir dulu itu …gimana skr hahahaha.
Oh ya, makasih juga telah menambahkan aku di FB hihihi
EM
Iya, di Marche.. enak suasananya.. tapi lebih menyenangkan lagi karena bersama mereka itu.. hehehe..
Bukannya mengagung-agungkan FB sih, tapi menurutku memang ada beberapa hal bermanfaat yang dapat diambil darinya.
O iya, kita jadi teman di FB juga awalnya karena foto-foto ya..hihihi…
nice to be your friend
Kakakku malah ketemu sama temen-temen SD-nya, Mbak Tan ..
Hhahaa
Luar biasa, bener deh.
Cuma ya itu, kadang aku agak terganggu sama yang nge-add, tapi gak jelas sapa, gak ngasih tau dia siapa, dan setelah di-approve, malah gak pernah nyapa…
Trus buat apa, add-addan friend ?
Iya nggak, Mbak ..
Btw, mbok berteman tho sama aku di FB ,, hehee
Eh, kok jadi kepikir buat nyari temen2 TK? bisa nggak ya? hihihi…
Nah, Muzda udah aku add lho.. pls diapprove trus disapa ya?
Persahabatan itu indah ya..:) Kadang aku berpikir betapa waktu itu kejam, menelan persahabatan dan mendatangkan masa-masa kini dan kita ditantang untuk tetap bersahabat..:)
Tapi kini aku berpikir lain, persahabatan tak pernah hilang… hanya sedikit terbenam di antara kering kerontang dedaunan yang menutupi permukaannya..
Jadi, mari kita bersihkan, dan temukan (kalau hilang) kembali persahabatan itu, Mbak
Benar Don, aku senang sekali menemui kenyataan bawa persahabatan itu tidak pernah hilang..
c, well-written indeed. it eventually was rekindle our relationship formed at the age of innocent
. to experience the same old laughter shared amongst the same old people. turning our time back when nothing did matter at all.
w.
The Age of Innocence? (not the one with the Daniel Day Lewis inside right ?;) ) yes W, we’ve been there. Time goes by, some things changed but I’m glad I found one thing that remain the same… our friendship !!
And one more thing.. you, Sruti and Malla really look the same as u were, nothing change at all..even ur hair style? I felt like time is freezing.. hehehe… amazing !
what can i say… we r just a bunch of gals upholding our unyielding persistence aka. lacking in some of the areas
the
BradyDEX-2 bunch? hihihi..saya juga mulai fb-an,
padahal rasanya males banget.
tapi eh .. muali deh ketemu temen-temen ..
menyenangkan juga bernostalgia
Iya mas… sama… tadinya saya juga males banget, baru tertarik setelah ketemu teman2 lama..hehehe…
Bener kaaaannn …
FB itu … Reuni booster … !!!
Sejak ada FB … yang reunian semakin gencar !!!
Hidup FB !… Hidup reuni !!… hihihi…
Tanti, itu “pacar-pacar” lamanya udah ketemu lagi belom… Kok belom ada laporannya.. Hahahaha..
Oh… so pasti ketemu mas
)
salah satunya malah masih keep contact intens sampe sekarang !!!
(terang aja, lha mantan pacar itu jadi suami saya kok… hihihi..
Akhirnya lost and found bermuara di FB dan acara reuni SMA, dan ternyata dari dulu, ada yang nggak pernah hilang karena ketemu terus ya mbak, du du du…
du-du-du
karena memang nggak hilang jadi ya nggak usah dicari-cari… hihihi…
Iya memang, FB membuat kita ketemu teman lama, dan dia juga mengirim foto2 lama.
Lha Tanti masih SMA, jadi kemungkinan banyak teman yang berubah. Lha foto saya saat masih jadi kepala Bagian aja, rasanya sekarang udah sangat jauh berubah…dan kok dulu begitu pedenya pake rok mini ya, padahal udah kepala Bagian. Sssst…jangan omomg-omong
Aih… Ibu ini pasti wanita karir yang modis deh
*ngubek-ubek FB Bu Enny, nyari foto yang pake rok mini.. hihihi*
Mbak itu putih abu-abunya angkatan 66 ya…
kok pada culun ya ya… hik..hik..hik.
Hus !! bukan angkatan ‘66…. tapi angkatan ‘45… hihihi…