jump to navigation

Dari Mata Turun ke Perut June 15, 2009

Posted by tantikris in lens story.
trackback

Selama kurang lebih 8 tahun terakhir ini, setiap perjalanan pulang dari tempat kerja menuju rumah, aku selalu melihat bapak ini menunggui dagangannya. Seolah sudah punya kapling disitu, rasanya tidak ada yang berubah pada penampilannya sejak awal aku melihatnya. Tempatnya berjualan sama selalu disekitar daerah itu, juga sepeda dan muatannya, hanya bedanya pada awal-awal dulu tertulis “Sate Kul 100”, sekarang “Sate Kul 500”.  Angka itu menunjukkan harga sate per tusuknya.

1

Sate Kul? apa sih itu? Pastinya kul yang dimaksud disini bukan kol atau kubis, masa’ bisa dibikin sate? Setelah bertahun-tahun hanya memandang dan bertanya dalam hati saja, akhirnya sore tadi aku memenuhi rasa penasaranku dengan berhenti dan melihatnya secara langsung. Ooh.. jadi ini to yg namanya sate kul?

2

Rupanya kul itu adalah sejenis siput yang banyak dijumpai di sawah, ada yang menyebutnya sebagai kreco, mungkin ini famili dari escargot yang terkenal itu. Aku tahu varian kul dengan ukuran lebih kecil yang disebut kul nenek, disajikan di restoran terkenal di kota ini dengan cara direbus bersama dengan ‘rumah’nya, dengan bumbu manis pedas berkuah. Kul yang dibuat sate ini rupanya ukurannya lebih besar sehingga volume dagingnya lebih banyak. Setelah direbus dan diberi bumbu lalu dibuat sate, disajikan dengan saus kacang dan sambal.

Mungkin sebagian orang menyukai masakan eksotis ini ya, tapi aku kok tidak terlalu tertarik untuk menyantapnya. Bukan apa-apa sih, ini masalah selerasaja… lagian.. aku kok merasa nggak tega memakannya karena siput ini mengingatkanku pada si Gary sahabat kesayangan SpongeBob Squarepants… hihihi…

Sesuatu yang berawal dari mata lalu turun ke perut juga pernah kualami waktu aku berada di Manila, tepatnya di restoran cepat saji di sekitar Marina bay. Aku lupa apa nama masakan ini dalam bahasa Tagalog, yang kutahu dari deskripsinya dalam bahasa Inggris ini adalah barbekyu sosis daging. Ah, ini sih masakan yang simpel dan pasti sudah kukenal rasanya, jadi tanpa pikir panjang aku memesan menu itu. Tapi sajiannya membuatku membelalakkan mata sejenak. Nasi dan sosisnya sih biasa saja, acar yang terbuat dari serutan pepaya muda dan wortel juga ok saja, tapi kenapa ada pisang disini?

3

Bukannya pisang biasanya disajikan sebagai makanan pencuci mulut? Kok ini masuk dalam makanan utama? Tapi akhirnya aku paham, memang daerah satu dengan lainnya punya cara tersendiri dalam mengolah makanan. Meskipun awalnya mataku terbelalak melihat tampilannya akhirnya masuk perut juga sajian itu dan ternyata… hmmm.. enak !

 

Pisang itu rasanya mirip seperti pisang kepok (yang kusukai), tidak terlalu masak jadi tidak terlalu lunak tapi juga tidak terlalu keras, rasanya tidak terlalu manis, dibakar tanpa bumbu apapun sehingga terasa asli rasa pisangnya. Rupanya pisang dan acar itu jadi kombinasi yang pas untuk mengimbangi rasa sosis daging yang cenderung bikin eneg dengan bumbu barbekyu yang kental.. Wah, pas sekali…. nggak ngira deh pisang bisa dikombinasikan dengan nasi dan daging.

 

Nah, kalau sajian yang ketiga ini kudapatkan di salah satu restoran di Denpasar, Bali. Aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya… Tuh lihat, menawan hati kan?

 

4

 

Dari mata turun ke perut juga sih akhirnya, tapi coba lihat komposisinya : saus ditengah dengan telur rebus sebagai center, dikelilingi oleh sayuran yang disusun rapi dengan kombinasi warna yang serasi, lalu ada tahu dan tempe goreng dan emping sebagai pelengkapnya. Eh, padahal ini ‘hanya’ makanan biasa yang sering kita jumpai sehari-hari lho… tampak keren karena penampilannya yang cantik. Hayo, bisa tebak nggak apa nama makanan ini?

Comments»

1. Ikkyu_san - June 16, 2009

Tanti…
di daerah makassar makan nasi dengan mangga muda… pertamanya aneh juga sih tapi anggap saja mangga itu acar kan…

Hmmm jadi ingat belum sempat tulis tentang telor manis nya jepang.

EM

Telor manis? yg kebayang di aku adalah telor hitam yang ada di gudeg itu… hehe.. dasar wong Jogja… Ayo dunk, tulis tentang telor manisnya, pengen tahu kaya’ apa… :)

2. DV - June 16, 2009

Waktu SMA dulu saya sering makan nasi pake rujak buah, enak lho…
Soal “mata turun ke perut” saya sering terkecoh dengan presentasi fotonya. Kayaknya bagus dan enak, tapi waktu disajikan, penampilannya tak seindah fotonya dan rasanya lebih turun lagi, drastis.

Jangan salahkan pemilik restoran, salahkanlah fotografernya yang terlalu bagus :)

Jangan terkecoh dengan gambar ya… hehehe… karena rasa tak bisa bohong.. *lho kok kaya’ iklan kecap*

3. Ikkyu_san - June 16, 2009

tebak makanan di foto terakhir:
GADO GADO hihihi

Yak.. tepuk tangan…100 buat Imelda !! hihihi….

4. nh18 - June 16, 2009

Escargot …???
aaarrrggghhh no thanks ..

(tiba-tiba badan saya gatelan …)
hehehe …

Tapi sajian yang ketiga …
aaarrggghh yami … byanget keknya …

Yamii.. yammii… mak nyuusss… ;)

5. Muzda - June 16, 2009

Malah gak tega makan yang paling bawah itu, Mbak ..
Dari mata turun ke perut ?
Lain lagi ceritanya kalo bulan puasa, biasanya lapar mata. Waktu mau buka, belinya kalap, pas buka, malah kekenyangan gak bisa makan lagi :)

Gak tega makan saking cantiknya ya?… hehehe…

6. Viv - June 17, 2009

Kadang kita salah duga tentang singkong & keju. Dulu Ada lagu singkong& keju yg menunjukkan bahwa keduanya tidak dapat bersatu. Skrng tidak lagi krn sy udah cicipi singkong keju Dari sukodono sidoarjo.

Singkong & keju sih enak…
madu juga ok… tapi kalo racun?.. no way…. hehehe :D

7. Nug - June 17, 2009

Hm.. yg terakhir gado2 yah..? :)

Mas Nug nanya2 sama EM ya? kok jawabannya sama.. hihi… Yak.. dapet 100 juga ;)

8. Riris - June 17, 2009

meskipun sate kul ini tak terlalu menarik, konon kabarnya sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit lho!
apalagi bagi pasien yang menderita luka parah yang tak kunjung sembuh, menyantap kul atau bekicot akan mempercepat proses pengeringannya. Dulu, kalau saya jatuh dan terluka, ibu sering mengolesi luka saya dengan air liur bekicot..dan mujarab, cepat sembuh tanpa harus merasakan perihnya.

Wah, baru tau lho… thanks infonya ya…

9. agoyyoga - June 17, 2009

Yang jualan sate Kul, kok melas ya mbak…

Iya, itu juga yang kupikirkan, saat aku melihatnya selama bertahun-tahun ini. Mulai bulan depan aku tidak akan lewat lagi jalan itu, aku akan kehilangan dia, makanya aku memutuskan untuk turun dan menemuinya, selain karena penasaran sama sate kul-nya… Kelihatan melas sih, tapi bukan berarti dia nggak berbahagia, hati orang siapa yang tahu? :)

10. kawanlama95 - June 19, 2009

wah bagus neeh , abis sholat jumat. laper and ahaus . makan ah

nikmat . terima kasih peyajiannya . selamat siang

Selamat siang, selamat makan :D

11. dyahsuminar - June 21, 2009

mbak Tanti….kalau kita pikir pikir…kok ada saja ya kreatifitas orang untuk bertahan hidup…dari membuat sate Kul…sampai yang lain lain.
Tapi …ketika saya ditraktir makan oleh teman di jakarta…di restoran yang sangat mahal….dengan aneka minuman yang juga mahal….Eh, saya ingat yang jual dawet dipasar kota gede…jogja…yang masih bertahan dengan harga 2000 rp ,,,kasihan betul…

Iya Bunda, orang akan bertahan untuk hidup dengan caranya masing-masing. Btw, Bunda menyebutkan tentang dawet di pasar… aih…jadi ingat..pengin deh…sluurrpp… :D

12. D3pd - June 22, 2009

salam buat pa de sate kulnya ya tan…soalnya ada bakat terpendam buat jualan te-sate ta’ iye…^_^…V

Ntar deh disampein… ;)

13. ernalilis - July 1, 2009

Sate kul.. Orang ngajuk juga menyebut siput air tawar itu dengan kul, yang dibuat sate dan kreco itu banyak disawah2 Tan dan merupakan hama tanaman terutama padi (ketahuan ni aku anak petani).. Dan binatang yang namanya bener2 keren, KEONG MAS, itu ternyata whiii banyak cacingnya, kalo gak salah cacing pita.. (itu pernah diteliti sama temenku)….Whiiiii…..

Hhiiiii….. berarti ada untungnya aku gak ‘tega’ memakannya.. :D

14. abindut - July 26, 2009

Sate kul itu sama dengan sate bekicot kalau disini…
katanya sih rasanya enak banget, tapi… belum pernah nyoba tuh…

Itu makanan terakhir gado-gado, kok bentuknya aneh ya.. apa rasanya sama dengan gado-gado lainya..

Aneh Bi?.. aih.. bentuknya cantik lagi… hehehe… Rasanya sama enaknya dengan gado-gado lainnya kok..beneran…

15. achi-jogja - August 19, 2009

wah,liputannya asik jeung….mau lagi dunk yang laen :D

Silahkan lho kalo mau lihat posting-posting sebelumnya… tapi kalo yang tentang makanan, nanti coba ya saya cari-cari bahannya dulu, abis kalo udah enak makannya lupa nulisnya :D