Kapan Lagi Bilang I Love You September 8, 2009
Posted by tantikris in music.trackback
Dalam perjalanan di siang yang terik tadi aku mendengarkan radio yang memutar sebuah lagu berirama slow, lumayan bikin adem suasana. Lagunya Dewi Sandra, terdengar mellow, padahal biasanya dia kan suka membawakan lagu dengan irama yang rancak, menari dengan lincah bersama para penari latarnya, tapi kali ini dia menyanyi lagu yang berirama slow, hmmm…ternyata boleh juga.
Lagunya sih tidak terlalu istimewa, tapi sejak awal perhatianku sudah tercuri oleh petikan gitar akustik yang manis, lantunan vokal yang terdengar membawakan lagu ini dengan sepenuh hati, mencurahkan apa yang ada dihatinya. Tatanan musik akustik minimalis mendukung kesan sepi dan sendu. Aku jadi tersentuh saat memperhatikan syairnya, ada rasa iba dan simpati seolah bisa merasakan kegundahannya. Uh, sad song, Coba dengarkan :
Kau pernah bilang aku, setengah matimu mengejar cintaku.
Tapi sekarang kamu bukanlah kekasih yang kukenal dulu.
Kau berubah semakin jauh, sudah tak mencintaiku lagi.
Kapan lagi kau puji diriku sperti saat engkau mengejarku
Kapan lagi kau bilang I love you,
I love you, yang seperti dulu, yang dari hatimu.
Duh, pasti sedih sekali mendapati kenyataan bahwa cinta yang dulu pernah ada begitu indah ternyata telah pudar. Pasti sedih sekali menyadari bahwa kini dia hanya bisa bertepuk sebelah tangan karena cintanya tak lagi bersambut. Pasti sedih sekali kehilangan seseorang yang dulunya pernah begitu dicintai.
Kapan lagi bilang I love you?
Perempuan mana yang hatinya tak tergetar saat lelaki yang dicintainya mengatakan hal itu kepadanya dengan sungguh-sungguh? Bahagia, terasa melayang, sejenak bagai terbang di awan. (Eh, apa para lelaki merasakan hal yang sama ya?
)? Buat sebagian orang, kata I love you sangat berarti untuk menyatakan perasaan cintanya, tapi sebagian lainnya tidak terbiasa menyatakannya secara verbal, cukuplah dirasakan dan diungkapkan dengan bahasa cinta yang tanpa kata-kata.
Perasaan cinta, kasih sayang terasa indah dan berarti bila dirasakan dua belah pihak, apakah itu dinyatakan secara verbal atau non verbal. Bila cinta memudar ada suatu rasa yang hilang bagai cahaya kehilangan pijar. Bila cinta itu meredup betapa hampanya hidup. Bila hanya satu pihak yang mencinta betapa tak imbang jadinya. Lihat betapa sedihnya lagu tadi, curahan hati yang kehilangan cinta. Tadinya setengah mati mengejar dan mengucapkan kata cinta, lalu hilang begitu saja.
Mencintai dan dicintai membuat hidup jadi bermakna, aku bicara tentang cinta yang universal, tidak hanya cinta eros antara perempuan dan laki-laki, tapi juga cinta orang tua dan anak, cinta antara saudara dan teman, juga cinta antara Tuhan dan manusia. Bila hidup tanpa cinta, rasa apa yang akan menggantikannya? Hampa, kosong, suram? atau jangan-jangan benci dan angkara murka yang akan menghiasinya?
Kapan lagi bilang I love you?
Cinta sejati memang cinta yang tanpa pamrih, tapi mendengar curahan hati pada lagu tadi, betapa sedihnya melihat rasa cinta tulus yang dimilikinya tak lagi berbalas,hatiku jadi tersentuh. Kadang hal-hal lain dalam sisi kehidupan begitu menyita perhatian, menjadi fokus utama hingga cinta terabaikan. Kadang merasa telah cukup dicintai tapi lupa untuk mencintai, bukankah butuh dua belah pihak untuk saling mencintai?
Cinta sejati adalah cinta yang tanpa pamrih, aku jadi berpikir, siapa yang memiliki cinta paling tulus tanpa pamrih selain Tuhan? Begitu besar cinta kasihNya pada umatnya, dikaruniakannya kehidupan, tak terhitung berkatNya, dijaga dan disertaiNya senantiasa umatNya, tapi seperti apa balasan cinta itu? Seberapa dalam aku menyatakan cinta kasihku padaNya?
Kapan lagi bilang I love you?
Oh, sedihkah Dia saat melihatku hanya mengatakan I love You saat aku sedang mengejarNya sewaktu membutuhkan pertolonganNya? Saat percakapanku denganNya dalam doa-doa hanya berisi daftar permohonan saja? Saat lupa berterima kasih dan mengucap syukur dalam keadaan susah bakan dalam keadaan senang? Saat hanya sebentar sekali tersenyum dan menyapanya sementara waktuku tersita untuk hal-hal yang lain? Saat I love You yang kuucapkan hanya sekedar kata-kata yang lewat tanpa sungguh-sungguh aku menyadari maknanya?
Teladan cinta kasih yang diberikanNya pada manusia sangat besar dan agung, bagaimana mungkin tak bersyukur karenanya, bagaimana mungkin mengabaikan dan tak membalasnya bukankah lebih indah lagi bila membagikan dan menyebarkannya pada sesama.
Kapan lagi bilang I love you?
Pernahkah atau seberapa seringkah kau menyatakan hal itu itu padaNya atau pada orang yang kau cintai? Eh, mungkin bukan persis kata-kata I love you, pokoknya sesuatu yang sama artinya deh, ungkapan I love you yang sungguh-sungguh, bukan sekedar kata-kata.Suatu ungkapan perasaan cinta, apapun itu bentuknya akan menyukakan hati orang yang dicintai, hidup jadi penuh makna saat memiliki cinta satu sama lain.
Jadi, kapan lagi bilang I love you?
Psst… aku baru saja menyatakannya. Nah, kapan kau akan mengungkapkan pada DIA atau orang yang kau cintai? Ayo.. ungkapkan segera….
Salam Takjim
Tulisan dibuat 080909 saya resfonnya tunggu besoknya ya 090909, tanggal sakti penuh kenagan tiga angka kembar yang satu pendek yang satu tinggi, semoga 12345678 tidak iri
Salam Takjim Batavusqu
Salam Takjim
Sekalian ah bilang I Love You Blog hehehe, habis diminta sih
Salam Takjim Batavusqu
OK, love you too, Mbak Tanti.. *lohhh* hahahahaha!
I love you mbak ….
>:D< *peluk*
Salam Takzim
I LOVE YOU FULL WORDPRESS
Salam Takzim Batavusqu
Wah… I got so much love, thank you.
I love you all !!!
sudah seminggu ini aku mendengarkan lagu ini terus menerus di kantor, memang menyentuh… sedih…. tapi bagus….
hati manusia memang bisa berubah…