<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tanti Kris's Weblog</title>
	<atom:link href="http://tantikris.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tantikris.wordpress.com</link>
	<description>Just something to share</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 22:07:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tantikris.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/367866fc619fe03b0bd74e89d3e694ad?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tanti Kris's Weblog</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Lost in Classification</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/11/09/lost-in-classification/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/11/09/lost-in-classification/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 22:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Manusia sering membuat berbagai klasifikasi atau pengelompokan untuk beberapa hal dengan berbagai tujuan. Biasanya sih sesuatu dikelompokkan berdasarkan beberapa karakteristik utama  yang menjadi ciri khasnya. Dalam perkembangannya kadang ada beberapa hal yang tidak terakomodasi dalam kriteria suatu klasifikasi jadi ditambahkan adanya beberapa kelompok baru untuk klasifikasi tersebut. Ada beberapa kelompok yang tampak menonjol dan mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=589&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Manusia sering membuat berbagai klasifikasi atau pengelompokan untuk beberapa hal dengan berbagai tujuan. Biasanya sih sesuatu dikelompokkan berdasarkan beberapa karakteristik utama  yang menjadi ciri khasnya. Dalam perkembangannya kadang ada beberapa hal yang tidak terakomodasi dalam kriteria suatu klasifikasi jadi ditambahkan adanya beberapa kelompok baru untuk klasifikasi tersebut. Ada beberapa kelompok yang tampak menonjol dan mendapat perhatian, ada beberapa kelompok yang malah luput dari perhatian.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Bangkok aku menemukan sesuatu yang berkaitan dengan klasifikasi gender. Kalau selama ini secara universal dikenal pembagian gender adalah laki-laki dan perempuan, tapi disini aku menemukan sosok yang mestinya masuk kelompok gender laki-laki tetapi berpenampilan dan perilaku seperti perempuan. Apalah itu sebutannya, waria, banci<em>, bences, bencong</em>, transgender, transeksual, mereka kulihat tampak cantik dan gemulai, kadang bahkan lebih cantik dari perempuan asli.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa tahun lalu, aku sempat berfoto bersama salah seorang dari mereka setelah nonton <em>cabaret show</em> di Bangkok. Wah, aku kalah cantik, <em>banget</em> !!..hihihi… kalau nggak lihat jakun yang ada di lehernya, siapa mengira dia bukan perempuan tulen? Orang bilang Bangkok memang ‘surga’nya kaum transeksual untuk operasi atau mempercantik penampilannya. Kalau dulu mereka hanya kujumpai di tempat show kabaret, entah kenapa pada kunjungan kali ini rasanya makin banyak kujumpai mereka diberbagai tempat dan berbagai profesi, memunculkan berbagai pertanyaan yang hanya bisa kusimpan dalam hati. </p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaanku bermula dari apa status mereka yang tertulis di kartu identitasnya ya? <em>Male? Female?</em> Atau ada klasifikasi baru : <em>shemale?</em> Apakah mereka menderita dalam keadaannya yang tidak sesuai kodrat? Apakah mereka lebih berbahagia dengan operasi transeksual dan penampilan barunya, apa tidak ada masalah baru yang timbul karenanya baik fisik maupun psikis? Berapa banyak sih sebenarnya mereka itu, apakah benar jumlahnya bertambah banyak dari waktu ke waktu atau sebenarnya tetap saja tetapi mereka mulai eksis dalam berbagai sisi kehidupan? Seberapa jauh masyarakat sekitar menerima keberadaan mereka?</p>
<p><span id="more-589"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Suatu kolom dalam Bangkok Post yang kubaca dalam penerbangan dari Bangkok ke Beijing seolah <em>nyambung</em> dengan beberapa pertanyaan yang kupikirkan tadi. “<em>Gender diversity isn’t disorder</em>” begitu judul artikelnya, hmm… <em>is that so?.</em> Ada empat orang yang memberikan opininya, terdiri dari seorang tokoh advokasi masalah gay dan lesbian, tokoh dari Departemen Pertahanan, seorang psikiater dan seorang transeksual itu sendiri.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-590" title="Gb 1" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-1.jpg?w=368&#038;h=504" alt="Gb 1" width="368" height="504" /></p>
<p style="text-align:justify;">Isi artikel tersebut adalah suatu upaya untuk meninjau kembali suatu suatu regulasi di Thailand mengenai kaum transeksual yang diberi cap “menderita kelainan identitas gender” atau “suatu kelainan mental permanen” yang membuat mereka ditolak dari tugas militer. Kesaksian seorang transeksual menyebutkan bahwa saat cap itu diberikan pada dokumen Sor Dor 43 (sertifikat utama, penting untuk melamar pekerjaan di Thailand) miliknya, tertutuplah kemungkinan baginya untuk diterima bekerja di berbagai instansi karena tidak ada instansi yang mau mempekerjakan orang yang punya kelainan mental.</p>
<p style="text-align:justify;">Intinya, hal ini berkaitan dengan isu hak asasi manusia, hal ini ditegaskan dua opini lainnya. Hal yang menarik adalah pendapat dari pihak Departemen Pertahanan yang menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada maksud untuk mendiskreditkan kaum transeksual, tetapi masih ada kesulitan karena  belum didapatkan padanan kata yang tepat untuk menggantikan kata ‘kelainan identitas gender’ atau ‘kelainan mental permanen’. Masih perlu dipahami dan dikaji lagi lebih dalam adanya keberagaman gender yang ada dalam masyarakat. Ah, memang susah, sampai saat inipun masih belum ada jalan keluarnya.  Aku jadi berpikir, apa perlu ada klasifikasi gender ketiga?</p>
<p style="text-align:justify;">Saat aku melipat koran tersebut dan meletakkannya dipangkuanku tiba-tiba mataku terbelalak saat mendapati pemandangan yang ada di dua baris depan deretan kanan tempat dudukku. Kulihat dua orang lelaki muda yang berpenampilan menarik sedang berciuman, hah? Kalau tadi aku berpikir tentang kaum transeksual, kali ini didepanku ada kaum yang punya kecenderungan untuk tertarik sesama jenis, mereka laki-laki tulen, penampilannyapun tidak <em>kemayu</em> dan lemah lembut, meskipun juga tidak macho dan maskulin. Duh, yang ini masuk klasifikasi yang mana lagi?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dulu, setahuku hal ini disebut sebagai suatu kelainan atau penyimpangan seksual, tapi belakangan aku membaca, komunitas ini menolak disebut mengalami suatu kelainan, mereka menyebutnya sebagai orientasi seksual. Pertanyaan-pertanyaan yang sama kembali muncul dalam pikiranku, tapi yang paling menonjol adalah apakah hal ini memang suatu ‘kelainan bawaan’ atau suatu gaya hidup? Seorang yang sebenarnya <em>straight</em> kemudian bisa saja punya perilaku seperti ini karena pengaruh gaya hidup dan apapun alasannya, mereka ini ada, eksis dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekilas aku bergidik, teringat kisah Sodom dan Gomora, tapi entahlah, aku tak berhak menghakimi mereka. Aku berpikir, setiap orang punya hak untuk menentukan cara hidupnya dan mempertanggungjawabkan pilihan tersebut diakhir hidupnya. Sampai pada wilayah tertentu, aku menghormati mereka sebagai individu karena bukankah itu yang harus dilakukan dalam hidup bersama di masyarakat?</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di Beijing, ada dua kelompok lagi yang menarik perhatianku, kali ini klasifikasinya adalah usia. Kabarnya karena tingginya jumlah penduduk di Cina, ada regulasi yang membatasi bahwa setiap keluarga di Cina hanya boleh punya satu anak saja. Mungkin ini benar juga, dalam perjalanan singkatku, rasanya tak banyak kulihat adanya anak-anak diberbagai tempat umum.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-591" title="100_2683" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/100_2683.jpg?w=276&#038;h=368" alt="100_2683" width="276" height="368" /></p>
<p style="text-align:justify;">Justru yang banyak kulihat adalah anak-anak Cina yang diadopsi oleh pasangan suami istri bule, ini banyak kujumpai di bandara, taman kota atau tempat-tempat wisata. Semua anak adopsi pada keluarga bule yang kulihat itu adalah anak-anak perempuan, rupanya mereka ‘dibuang karena dianggap ‘kurang berharga’. Oh, ironis sekali… seorang bayi tidak pernah minta dilahirkan ke dunia ini. Mereka ada sebagai buah cinta kasih, mereka ada sebagai anugerah yang agung dari Sang  Pencipta, suatu kehormatan besar untuk menjadi orang tua, diberikan titipan untuk dibesarkan dan dididik menjadi seorang manusia yang berguna, bagaimana mungkin semua itu akan diabaikan begitu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku bersyukur sebagian dari anak-anak terbuang itu mendapatkan orang tua baru, dilimpahi kasih sayang dan segala yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Siapapun dia, bangsa apapun dia, kasih sayang yang dipancarkannya bersifat universal, seorang anak adalah permata hati bagi orang tuanya.</p>
<p>Kelompok anak yang lain kutemui saat melihat <em>Acrobat Show</em> di Beijing. Kami diberitahu bahwa para anggota grup itu biasanya adalah anak-anak terlantar atau yatim piatu yang kemudian dibesarkan di kelompok itu, dilatih keras sejak kecil menjadi pemain akrobat yang handal. Aku jadi termangu-mangu disela kekagumanku pada atraksi show.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-592" title="Gb 3" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-34.jpg?w=331&#038;h=248" alt="Gb 3" width="331" height="248" /></p>
<p style="text-align:justify;"> Aku berpikir, berbahagiakah anak-anak itu dengan kehidupannya? Kalau melihat dengan ukuranku, seharusnya mereka menikmati masa anak-anak dengan bermain dan belajar, bukan bekerja keras seperti ini. Tapi mungkin ukuran mereka tidak sama denganku. Mungkin merekapun berbahagia dengan keadaannya, dengan ukurannya. Yang jelas, mereka memberi orang lain kegembiraan dan kesukaan dengan menonton atraksinya. Ah, diberkatilah anak-anak ini, diberkatilah seluruh anak-anak didunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau anak-anak jarang kulihat di tempat-tempat umum, sebaliknya yang banyak kulihat adalah kaum lanjut usia. Di berbagai tempat wisata mereka banyak kujumpai, baik dalam kelompok atau hanya berdua-dua. Meskipun sudah terlihat renta terlihat mereka begitu bersemangat, tetap sehat dan ceria, aku kagum pada stamina mereka, mungkin itu pengaruh dari gaya hidup mereka selama ini. <img class="alignleft size-full wp-image-593" title="Gb 4" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-41.jpg?w=322&#038;h=234" alt="Gb 4" width="322" height="234" /></p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak tahu statistik pastinya, tapi kelihatannya angka harapan hidup di Cina cukup tinggi. Adanya jumlah penduduk lanjut usia yang tinggi mungkin punya permasalahan tersendiri. Menilik usianya mereka tidak lagi digolongkan dalam kelompok produktif tetapi dengan kualitas hidup yang tetap prima, keberadaan mereka mestinya bisa memberikan sumbangsih bagi kehidupan masyarakat.  </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-594" title="Gb 6" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-61.jpg?w=221&#038;h=294" alt="Gb 6" width="221" height="294" /></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka ini mungkin adalah kelompok yang tidak terlalu mendapat perhatian, tapi memberiku berbagai inspirasi. Aku jadi berpikir, kalau punya orang tua seperti mereka, aku jadi punya kesempatan lebih panjang untuk menyatakan kasih, berbakti dan membahagiakan mereka. Aku jadi berangan-angan, kalau bisa seperti mereka nanti aku akan sempat mencurahkan cinta kasihku pada anak cucuku lebih lama lagi, melihat mereka hidup berbahagia. Saat melihat mereka saling berpasangan hingga usia tua, terlintas kembali harapan dan doa saat kami menikah, semoga kekal sampai kaken-ninen. Kalau Tuhan berkenan, kiranya semua itu boleh terjadi pada kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Amin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=589&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/11/09/lost-in-classification/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/100_2683.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">100_2683</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-34.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-41.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-61.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lost in Translation</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/11/03/lost-in-translation/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/11/03/lost-in-translation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 22:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara dan berkomunikasi  dalam bahasa asing yang bukan bahasa ibu bukanlah hal yang mudah untuk sebagian besar orang. Salah menterjemahkan, bisa salah artinya, yang kadang-kadang bisa berakibat fatal. Tidak jarang pula, ada kata-kata yang sama tapi ternyata artinya bisa berbeda jauh.
Urusan dengan bahasa ini kualami dalam perjalanan kami ke Bangkok dan Beijing beberapa waktu lalu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=570&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Berbicara dan berkomunikasi  dalam bahasa asing yang bukan bahasa ibu bukanlah hal yang mudah untuk sebagian besar orang. Salah menterjemahkan, bisa salah artinya, yang kadang-kadang bisa berakibat fatal. Tidak jarang pula, ada kata-kata yang sama tapi ternyata artinya bisa berbeda jauh.</p>
<p style="text-align:justify;">Urusan dengan bahasa ini kualami dalam perjalanan kami ke Bangkok dan Beijing beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, dua negara tadi punya alfabet khusus dalam bahasa tulisnya, yang dua-duanya tidak kupahami. Belum lagi bahasa verbalnya yang buatku tidak saja asing dalam kata-katanya tapi juga nada pengucapannya (tentunya begitu pulalah mereka memandang kami bila sedang bicara bahasa Indonesia atau bahasa Jawa). Nah, tentu saja yang diandalkan adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat berada di Bangkok, tidak terlalu masalah karena di sektor publik, relatif banyak orang yang menguasai bahasa Inggris, meskipun dengan aksen Thai yang kental, tidak heran karena kota ini adalah salah satu kota wisata dan bisnis yang terkenal di kawasan Asia. Tapi kami mengalami masalah waktu berada di Beijing yang dimulai sejak kedatangan pada waktu cek in di hotel.  </p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada masalah pada waktu kami menyodorkan <em>print out</em> reservasi via internet, paspor dan lain-lain, sang resepsionis hanya sedikit berkata-kata dan memeriksa reservasi kami di komputer. Masalah tiba waktu dia dengan terbata-bata berbicara -dalam bahasa Inggris beraksen Cina yang susah dipahami- bahwa kamar yang kami pesan tidak tersedia malam itu, baru bisa besok malam. Lho kok?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-570"></span>Dengan wajah serius dan tanpa senyum sama sekali dia lalu mengambil brosur dan menunjukkan pada kami bawa kamar yang tersedia untuk malam ini adalah kamar <em>suite. </em> Kamar ini lebih besar  dan tidak kami perlukan karena hanya berdua, selain itu tentu saja harganya jauh lebih mahal dari yang kami bayarkan. Kami bertanya kenapa bisa begitu karena pada reservasi sudah tertera <em>confirm</em> dan semuanya sudah dibayarkan melalui kartu kredit. Dia tampak bingung lalu memanggil temannya dan bercakap-cakap dalam bahasa Cina yang tak kupahami. Temannya lalu mengambil alih dan mencoba menjelaskan, tapi rupanya bahasa Inggrisnya tak lebih baik dari temannya tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya setelah susah payah saling menjelaskan barulah kami paham kalau kamar kami di <em>upgrade</em> ke <em>suite room</em> untuk malam itu dan malam berikutnya baru ke kamar pesanan kami. Oalah.. kalau begitu sih tidak masalah malah kebetulan..hehe.. kalau saja dia tadi menggunakan satu kata ‘upgrade’, mungkin kehebohan ini tidak terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Heran deh, resepsionis hotel kok nggak menguasai bahasa Inggris sih? Meskipun ‘cuma’ bintang 3 tapi hotel ini ada di kawasan strategis Wanfujing Street, yang merupakan area wisata dan belanja, tamu yang datangpun dari berbagai negara. Aku jadi bisa memperkirakan, kalau resepsionis hotel saja penguasaan bahasa Inggrisnya seperti itu pasti tidak bisa mengharapkan banyak pada orang-orang biasa diluar sana. Dan itu memang benar terbukti, baik supir taxi, penjual makanan, pramuniaga di toko-toko semua hanya bicara bahasa mereka, jarang sekali yang bisa bahasa Inggris</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau untuk komunikasi ringan sih, suamiku bisa sedikit –sedikit bicara dalam bahasa mereka, tapi bila akan pergi ke suatu tempat selain menyiapkan peta harus membawa kertas yang berisi nama tempat itu dalam tulisan Cina, jadi kalau nanya tinggal tunjuk dan orang yang ditanya akan paham, baru aman deh.</p>
<p style="text-align:justify;"> Agak ironis waktu di sebuah toko buku besar di Beijing aku ingin mencari buku dari seorang pengarang, sementara tidak kulihat ada komputer katalog terpaksa aku harus bertanya pada petugas yang rupanya dari sekian banyak orang itu cuma satu orang yang bisa berbahasa Inggris. Meskipun sudah kutulis nama pengarang itu diatas kertas rupanya dia tidak tahu dan minta nama judul bukunya. Daripada repot bahasa tarzan aku minta untuk bisa mengetik dan mencari sendiri di komputer dan dia memberikan komputernya padaku. Dengan <em>pede</em>nya aku menghadapi layar monitor tapi kemudian jadi terbengong-bengong sendiri, gimana nggak bingung coba, aku nggak tahu dikolom mana harus mengisikan nama pengarang ini, <em>lha wong</em> semuanya dalam tulisan Cina… dasar <em>dodol</em>.. terpaksa deh nanya lagi dimana kolom untuk <em>author</em>… hehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Serasa jadi <em>alien</em> deh, berada diantara orang-orang –bahkan siaran televisi- yang berbicara dengan bahasa yang tidak kupahami. Susah amat sih berkomunikasi disini, aku masih bisa maklum kalau itu orang biasa yang ada diluar sana, tapi untuk orang yang bekerja di sektor pariwisata, di toko buku apa nggak seharusnya paham bahasa standar internasional ya, suka tidak suka, bahasa Inggris itulah. Tapi aku juga jadi berpikir, kondisi yang ada di negara kitapun mungkin tidak terlalu jauh berbeda, mungkin seperti ini juga yang dirasakan para turis kalau pergi ke tempat wisata di Indonesia. Selain di Bali, tidak banyak penduduk lokal yang mampu berbahasa Inggris, yang mudah ditanya atau diajak berkomunikasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari kedua di Beijing kami memutuskan untuk ikut paket tur sehari dari hotel, dan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 13 orang dari berbagai bangsa (bule semua, kecuali aku dan suami serta seorang warganegara India) barulah aku merasa senang bisa mendengar bahasa yang kupahami digunakan untuk komunikasi meskipun itu bahasa Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;">Buatku bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu, tapi mau tidak mau harus bisa dikuasai dan dipahami kalau ingin eksis baik dalam tugas dan hal-hal lainnya, termasuk komunikasi ini. Meskipun tidak <em>expert</em> dalam hal ini, aku sempat tersenyum setelah mengernyitkan dahi membaca kalimat ini. Lihat deh susunan kalimat yang ada diatas kloset dalam toilet hotel di Beijing ini, bukannya pemilihan kata dan susunan kalimatnya aneh?</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-571" title="Gb1" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb12.jpg?w=368&#038;h=276" alt="Gb1" width="368" height="276" /></p>
<p>Bandingkan dengan tulisan yang sama di sebuah hotel di Bangkok, nah yang ini lebih pas kan?</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-572" title="Gb 2" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-21.jpg?w=368&#038;h=276" alt="Gb 2" width="368" height="276" /></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Tapi yang di Bangkok ini membuat aku jadi senyum-senyum sendiri waktu membaca kalimat yang ada di bungkus <em>shower cap</em>-nya, coba lihat.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-574" title="Gb 3" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-33.jpg?w=368&#038;h=262" alt="Gb 3" width="368" height="262" /></p>
<p><em>I can take to the skies I can soar like a bird. With his heart full of song. Won’t you color my eyes. I’ve been waiting so long.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalimatnya kok kurang pas, juga nggak nyambung deh rasanya. Atau itu cuplikan syair atau apa ya? Kalau iya, tapi kok aneh rasanya ada disitu… apa hubungannya sama <em>shower cap</em> gitu lho? Hehe…</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Bahasa memang sarana untuk berkomunikasi. Cara berbicara seseorang, tutur kata dan pemilihan kata-katanya mencerminkan pribadinya. Kemampuan berbicara dan penguasaan bahasa kadang jadi faktor yang berperan penting dalam berbagai hal. Tapi sebenarnya orang yang berkomunikasi dalam satu bahasa saja kadang masih bisa salah dalam menyatakan maksud hati, apalagi menterjemahkan dalam bahasa lain. Kadang memang tidak mudah mengungkapkan sesuatu dalam kata-kata, kadang bila diterjemahkan bisa bergeser maknanya karena tidak ada padanan katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi da beberapa hal yang tidak bisa atau tidak perlu diterjemahkan yang kutemui pada perjalanan kami kali ini. Seperti rangkaian bunga melati khas Thailand ini.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-575" title="Gb 4" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-4.jpg?w=368&#038;h=276" alt="Gb 4" width="368" height="276" /></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Begitu masuk ke taxi yang membawa kami dari bandara Svarnabhumi, melihat indahnya rangkaian ini tergantung pada spion diatas <em>dashboard</em> mobil, mencium harumnya yang merebak didalam mobil, tanpa bisa dan perlu diterjemahkan selalu mengingatkanku akan Bangkok pada setiap kunjunganku ke kota ini.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Atau pemandangan dibawah ini, melihat daun-daun yang berubah warnanya menjelang musim gugur sepanjang Badaling highway, kabut tipis yang menyelimuti salah satu sudut Forbidden City, tidak perlu banyak kata yang diucapkan, tidak perlu terjemahan apapun, sudah terwakili dengan kerjapan mata, helaan nafas dan mungkin satu kata saja, “indah”….</p>
<p> <img class="alignleft size-full wp-image-576" title="Gb 5" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-5.jpg?w=460&#038;h=308" alt="Gb 5" width="460" height="308" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-577" title="Gb 6" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-6.jpg?w=460&#038;h=347" alt="Gb 6" width="460" height="347" /></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Satu kata yang sama mungkin punya arti lain dalam bahasa yang lain pula. Aku tersenyum waktu membaca nama toko ini. Jangan salah, ini bukan toko sepatu, apalagi jualan semir, ini sebuah took di Wanjufing Street yag menjual pakaian pria.</p>
<p> <img class="alignleft size-full wp-image-578" title="Gb 7" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-7.jpg?w=368&#038;h=266" alt="Gb 7" width="368" height="266" /></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Apa arti kata ‘kapok’ dalam bahasa Cina ya? Yang jelas pasti pemilik hotel ini tidak ingin tamu-tamunya kapok datang ke hotelnya… hehehe. Dan meskipun aku merasa jadi alien saat berada disini karena sulit berkomunikasi dan tidak paham bahasanya, benar-benar aku tidak kapok datang ke Beijing. Suatu saat ingin kembali lagi berkunjung kesini, mungkin belajar dulu sedikit bahasa setempat akan sangat membantu.. pokoknya nggak kapok deh, bener lho  !!!</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-579" title="Gb 8" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-8.jpg?w=368&#038;h=490" alt="Gb 8" width="368" height="490" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=570&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/11/03/lost-in-translation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-33.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/11/gb-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gb 8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>When Was The Last Time You&#8230;..?</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/29/553/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/29/553/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 06:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Who help you grew up to be as you are today?
Who love you for no granted never ending day by day?
At the time you were exist their life turned into shift.
At the time you were born you were their precious gift.
&#160;
By them you were delivered into this world.
They keep you protected from any harm in [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=553&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><P>Who help you grew up to be as you are today?</P><br />
<P>Who love you for no granted never ending day by day?</P><br />
<P>At the time you were exist their life turned into shift.</P><br />
<P>At the time you were born you were their precious gift.</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P>By them you were delivered into this world.</P><br />
<P>They keep you protected from any harm in this hard world.</P><br />
<P>By them you were raised with all efforts without any groan.</P><br />
<P>They keep you directed so that you could stand by your own.</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P>When you grew up they don’t sing you lullaby anymore,</P><br />
<P>but their pray for you keep continue more and more.</P><br />
<P>Wishing you all best thing for your goodness,</P><br />
<P>watching you succeed is their pride and happiness</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P>They deserve to have respect and honor,</P><br />
<P>as a respond of what they have been doing.</P><br />
<P>Even they don’t expect it as an exchange,</P><br />
<P>how can you express &nbsp;your grateful love and caring?</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P>There are many ways to show your love and attention.</P><br />
<P>Honor your parents could be done in several definitions.</P><br />
<P>Some people said it’s not the quantity you should mention</P><br />
<P>But it’s the quality you should pay attention</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P>I will see it from one simple thing,&nbsp; which makes me ask and wondering :</P><br />
<P><IMG class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." alt="" src="http://tantikris.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif">&nbsp;</P><br />
<P>When was the last time you spent your time with your mother?</P><br />
<P>When was the last time you spent your time with your father?</P><br />
<P>I mean really spent not just being together?</P><br />
<P>And how long does it takes do your time you spent together?</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P><STRONG>When was the last time I spent my time with my mother?</STRONG></P><br />
<P>Just recently, the full seven days on my holiday</P><br />
<P>I look after her in her sickness condition all day. &nbsp;</P><br />
<P>A little bit ashame that actually it wasn’t something I intended to do</P><br />
<P>but regarding to some circumstances so no choice I have to do.</P><br />
<P>I look at it as a blessing in disguise so that we could spent our time together,</P><br />
<P>I’m grateful I have a chance to have a moment of being together</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P><STRONG>When was the last time I spent my time with my father?</STRONG></P><br />
<P>Almost a year ago, for a week vacation &nbsp;when I come home to our hometown.</P><br />
<P>There was a time I remember when just the two of us went out to downtown.</P><br />
<P>We were so excited having our father-daughter moment,</P><br />
<P>so then I was thinking and planning to do it more often.</P><br />
<P>But unfortunately, my wish could not be achieved,</P><br />
<P>because at the end of the month he passed away and left me in grieve.</P><br />
<P>Our father-daughter moment that afternoon was our last precious time I will always remember,</P><br />
<P>it became a sweet memory that will last forever.</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P>When was the last time you spent your time with your mother?</P><br />
<P>When was the last time you spent your time with your father?</P><br />
<P>It’s just a simple thing to show your honor.</P><br />
<P>Be grateful when you still have the time to do it.</P><br />
<P>Be joyful and be blessed when you have the chance to do it.</P><br />
<P>&nbsp;</P><br />
<P style="text-align:right;"><EM>Honor you father and your mother, so that you may live long </EM></P><br />
<P style="text-align:right;"><EM>in the land the LORD&nbsp; </EM><EM>your God is giving you.</EM></P><br />
<P style="text-align:right;"><EM>(The Fifth Commandments)</EM></P></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=553&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/29/553/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Si Monyet Kecil</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/14/kisah-si-monyet-kecil/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/14/kisah-si-monyet-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 22:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[
Ini adalah gambar Boots, seekor monyet kecil berwarna  biru sahabat Dora The Explorer. Monyet adalah primata yang memang akrab dengan manusia, mungkin karena kata Darwin punya garis kekerabatan?    Cerita yang akan kutulis ini sebenarnya sudah lama terjadi, lebih setahun yang lalu, bukan tentang Boots, ini tentang seekor monyet kecil disuatu tempat.
Tempat itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=536&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-538" title="Dora-boots-monkey[1]" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/09/dora-boots-monkey11.jpg?w=130&#038;h=159" alt="Dora-boots-monkey[1]" width="130" height="159" /></p>
<p>Ini adalah gambar <a href="http://i-love-cartoons.com/snags/clipart/dora-explorer-clipart.php">Boots</a>, seekor monyet kecil berwarna  biru sahabat Dora <em>The Explorer</em>. Monyet adalah primata yang memang akrab dengan manusia, mungkin karena kata Darwin punya garis kekerabatan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   Cerita yang akan kutulis ini sebenarnya sudah lama terjadi, lebih setahun yang lalu, bukan tentang Boots, ini tentang seekor monyet kecil disuatu tempat.</p>
<p>Tempat itu adalah salah satu tempat cuci mobil, lokasinya <em>open air</em> ditepi jalan, di ujung sebuah belokan. Tempatnya lumayan bersih, sumber airnya berupa beberapa kran air yang berjejer dan sebuah bak panjang, airnya terlihat  jernih, mengalir deras dan lancar. Entah siapa yang mengelola tempat ini, meskipun usaha sederhana kelihatannya cukup dikelola dengan baik, mendayagunakan penduduk sekitar sebagai pekerjanya, boleh juga, daripada mereka nongkrong di terminal yang ada disekitar daerah itu. </p>
<p>Tempat ini menyatu dengan sebuah taman kota yang meskipun kecil tapi cukup rimbun, disitu ada bangku tempat duduk bersantai, yang sekaligus juga dimanfaatkan sebagai tempat tunggu oleh orang yang sedang mencucikan mobilnya. Diseberang jalan ada deretan warung, boleh juga kalau mau menunggu disitu sambil minum atau makan. Tempat ini buka sampai larut malam, tak heran kalau cukup banyak yang jadi langganannya. </p>
<p>Sesekali suamiku mencucikan mobil kami ditempat ini, seperti sore itu sepulang kerja, saat kebetulan kami berdua pulang bersama. Enak juga duduk di taman sore-sore, menikmati semilir angin dibawah rindangnya pohon, menyaksikan matahari senja saat beranjak ke peraduannya. Ditengah taman, dibelakang tempat kami duduk tampak sekelompok anak-anak bermain dengan riangnya. Aku membalikkan badan memperhatikan kelompok anak-anak tadi. Oh, ternyata mereka sedang bermain dengan seekor monyet.<span id="more-536"></span></p>
<p>Haha… lucunya si monyet, wajahnya inosen, tingkahnya lincah, sama lucunya dengan anak-anak kecil teman bermainnya. Rupanya monyet itu punya sebuah rumah kecil di bawah sebuah pohon, dia sendiri meskipun lincah bergerak kesana-kemari ternyata terikat dengan sebuah rantai yang panjangnya sekitar 2 meter sehingga tidak bisa bergerak jauh-jauh dari kandangnya… oh kasihan. </p>
<p>Entah kenapa setiap melihat monyet seperti itu aku jadi jatuh iba. Sejak kecil aku tidak terlalu suka melihat topeng monyet, bukan karena tidak suka dengan monyetnya atau atraksinya  tapi karena kasihan melihat dia dirantai dan dikaryakan untuk bekerja.</p>
<p>Hanya sebentar aku memperhatikan si monyet dan anak-anak itu, kembali membalikkan badan, duduk santai di bangku taman ngobrol sambil memperhatikan aktivitas mencuci mobil di depan. Tidak begitu lama tiba-tiba terdengar gaduh teriakan-teriakan. Anak-anak yang tadi bermain di tengah taman tampak berlarian di sisi kanan kiri tempat kami duduk. Belum sempat aku menoleh ke belakang para bapak yang mencuci mobil ikut-ikut berteriak menyuruhku pergi dari tempat dudukku. Hah? Kenapa?</p>
<p>“<em>Mbak.. mbak… jangan duduk disitu, pindah segera</em>…” kata mereka, kami hanya bingung dan segera berdiri, kenapa? Melihat aku masih ragu-ragu mereka bertambah keras berteriak “<em>Mbak… cepat pindah kesini, itu monyetnya lepas, dia suka menjambak rambut dan menggigit</em>” Hah? Aku nggak mau digigit monyet&#8230;selain terlihat konyol, bisa jadi kan dia bawa penyakit?.. hiiii… Uuuh, kalau begini si monyet kecil jadinya nggak lucu lagi deh, aku jadi lupa akan rasa ibaku pada kandangnya tadi. </p>
<p>Sampai diseberang jalan aku baru bisa melihat ternyata si monyet kecil memang sudah terlepas dari ikatan rantainya, dia berlarian di sekitar kursi tempat kami duduk tadi mengejar anak-anak yang tadi bersamanya. Whaaaa… kalau aku terlambat sedikit saja tadi, mungkin dia sudah menjambak rambutku.</p>
<p>Semua perhatian sekarang tertuju padanya, kami sempat bercakap-cakap dengan pemilik warung dimana akhirnya kami duduk disitu, monyet itu memang sudah lama jadi penghuni taman itu. Entah siapa pemiliknya, para penduduk disekitar sudah akrab dengannya, mereka menyayanginya, tapi rupanya monyet ini memang bandel, entah kenapa dia ini suka usil terutama sama cewek. Ooo.. itu tadi makanya mereka memperingatkanku… Hihihi…</p>
<p>Beberapa orang dewasa akhirnya ikut turun tangan mencoba menangkap si monyet untuk dikembalikan ke kandangnya. Seru juga melihatnya, dia susah sekali ditangkap, loncat sana, lari sini. Sampai mobil kami selesai dicuci aku belum tahu apa akhirnya dia berhasil ditangkap. </p>
<p>Beberapa bulan kemudian, saat kami pulang bersama lagi dan melewati daerah itu suamiku kembali mengajak kami mencucikan mobil disitu. Awalnya aku tidak mau, karena ingat insiden itu, tapi dia berhasil meyakinkanku tidak akan terjadi apa-apa, kan ada kandangnya, lagian para penduduk disekitar kan pasti kasih tahu kalau terjadi apa-apa, sudah terbukti kan. Akhirnya aku setuju.</p>
<p>Saat duduk di bangku taman aku menengok sana-sini, kelihatannya aman, ada sih sekelompok anak sekolah tapi tidak ada yang bermain ditengah taman. Dari kejauhan kandang si monyet tampak sepi. Aku sempat berpikir, kok si monyet nggak tampak ada ya? Mungkin dia ada di dalam kandang begitu pikirku tanpa berniat untuk membuktikannya dengan mendekat. Selain karena akan jatuh iba melihat keadaannya di kandang yang sempit dan rantai, aku juga takut kalau tiba-tiba dia lepas dan usil padaku.</p>
<p>Beberapa saat suasana aman dan tenang, tiba-tiba.. seperti <em>déjà vu</em> aku mendengar lagi teriakan-teriakan orang yang mengatakan kalau si monyet lepas. Hah? Lepas lagi?.. Oh..<em>no</em>…. Kali ini kami tetap diam ditempat tidak berlari menyeberang. Abis gimana, kali ini si monyet bukan berlari kearah bangku taman, justru dialah yang menyeberang jalan ke arah warung-warung.</p>
<p>Si monyet meloncat kesana-kemari dengan lincah, entah <em>show off,</em> entah menghindar dari orang yang berusaha menangkapnya. Setelah meloncat-loncat di warung dia menyeberang ke sisi kanan jalan bertengger dan meloncat di pagar sebuah rumah. Duh, nakal sekali sih dia…apa dia senang menjadi perhatian banyak orang?</p>
<p>Kuamati ada 2 orang lelaki yang serius berusaha menangkapnya, kelihatannya itu penduduk setempat, mungkin termasuk orang yang selama ini merawatnya. Semakin banyak orang yang ikut berkerumun maksudnya mungkin mau membantu, beberapa pengendara yang kebetulan melintas di jalan itu bahkan ikut berhenti dan menyaksikannya.</p>
<p>Semakin banyak orang yang mencoba menangkapnya semakin lincah si monyet meloncat kesana kemari. Aku jadi berpikir apa mungkin dia panik ya? <em>Aduh.. monyet kecil.. ayo dong jangan nakal, nurut aja ya&#8230; mereka tidak ingin menyakitimu, mereka ingin mengembalikanmu ke rumahmu. </em></p>
<p>Sebenarnya aku ingin menyuruh orang-orang itu untuk bubar supaya si monyet tidak panik, tapi gimana caranya ya? Baru saja aku berpikir, si monyet meloncat lagi lebih tinggi, kali ini ke plafon teras sebuah rumah. Sebentar kemudian dia meloncat ke tiang telepon, aduh.. aku jadi menahan nafas karena sebelahnya ada tiang listrik.</p>
<p>Belum sempat aku mengatakannya tiba-tiba benarlah, dia meloncat ke tiang listrik yang tinggi dan… sebentar kemudian terdengar bunyi seperti ledakan, <em>korsleting</em> listrik, rupanya dia menyentuh kabel listrik tegangan tinggi !! Bagaikan horor, aku melihat tubuh kecilnya terpental dan melayang, hanya sepersekian detik, refleks aku menutup mata dan memalingkan wajahku tak sanggup melihatnya jatuh dari ketinggian.</p>
<p>Serentak orang-orang berteriak, kemudian berkerumun menghampirinya. Kami tetap duduk ditempat tidak ikut melihatnya, aku tetap memalingkan wajahku tidak tega melihatnya, kasihan, betapa tragisnya akhir hidup si monyet kecil…hikss.. Setelah beberapa saat, dari jauh kulihat kerumunan orang mulai berpencar, sebagian kembali melanjutkan aktivitas atau perjalanannya tapi sebagian mengikuti dua orang laki-laki yang membawa jasad si monyet kecil kearah perkampungan. </p>
<p>Saat kami beranjak ke mobil yang sudah selesai dicuci kulihat dua orang anak yang digandeng ibunya keluar dari salah satu gang di jalan itu, kudengar mereka menangis terisak-isak… ”<em>huuu…huuu… Sarip.. Sarip</em>”  Oh? Jadi monyet itu namanya Sarip? Rupanya dia benar-benar disayangi oleh orang-orang disekitarnya. Persahabatan yang tulus bisa terjalin dimana saja, oleh siapa saja.</p>
<p>Itu kejadian lebih setahun yang lalu, sejak saat itu, meskipun tidak ada lagi ancaman ada monyet lepas kami hanya satu dua kali pergi kesitu. Kemarin, aku singgah kesana karena memanfaatkan waktu saat menunggu waktu untuk suatu <em>appointment</em> di dekat tempat itu, makanya aku jadi ingat kisah ini.  Sarip,… <em>rest in peace</em> ya..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=536&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/14/kisah-si-monyet-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/09/dora-boots-monkey11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dora-boots-monkey[1]</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Lagi Bilang I Love You</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/08/kapan-lagi-bilang-i-love-you/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/08/kapan-lagi-bilang-i-love-you/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 16:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan di siang yang terik tadi aku mendengarkan radio yang memutar sebuah lagu berirama slow, lumayan bikin adem suasana. Lagunya Dewi Sandra, terdengar mellow, padahal biasanya dia kan suka membawakan lagu dengan irama yang rancak, menari dengan lincah bersama para penari latarnya, tapi kali ini dia menyanyi lagu yang berirama slow,  hmmm…ternyata boleh juga.
Lagunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=532&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam perjalanan di siang yang terik tadi aku mendengarkan radio yang memutar sebuah lagu berirama <em>slow</em>, lumayan bikin adem suasana. Lagunya Dewi Sandra, terdengar <em>mellow</em>, padahal biasanya dia kan suka membawakan lagu dengan irama yang rancak, menari dengan lincah bersama para penari latarnya, tapi kali ini dia menyanyi lagu yang berirama <em>slow,  </em>hmmm…ternyata boleh juga.</p>
<p>Lagunya sih tidak terlalu istimewa, tapi sejak awal perhatianku sudah tercuri oleh petikan gitar akustik yang manis, lantunan vokal yang terdengar membawakan lagu ini dengan sepenuh hati, mencurahkan apa yang ada dihatinya. Tatanan musik akustik minimalis mendukung kesan sepi dan sendu. Aku jadi tersentuh saat memperhatikan syairnya, ada rasa iba dan simpati seolah bisa merasakan kegundahannya. Uh, <em>sad song</em>, Coba dengarkan :</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://tantikris.wordpress.com/2009/09/08/kapan-lagi-bilang-i-love-you/"><img src="http://img.youtube.com/vi/uUQmm37V2Es/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><em><span id="more-532"></span></em></p>
<p><span style="color:#993366;">Kau pernah bilang aku, setengah matimu mengejar cintaku.</span></p>
<p><span style="color:#993366;">Tapi sekarang kamu bukanlah kekasih yang kukenal dulu.</span></p>
<p><span style="color:#993366;">Kau berubah semakin jauh, sudah tak mencintaiku lagi.</span></p>
<p><span style="color:#993366;"> </span></p>
<p><span style="color:#993366;">Kapan lagi kau puji diriku sperti saat engkau mengejarku</span></p>
<p><span style="color:#993366;">Kapan lagi kau bilang <em>I love you</em>,</span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>I love you</em>, yang seperti dulu, yang dari hatimu.<br />
</span><br />
Duh, pasti sedih sekali mendapati kenyataan bahwa cinta yang dulu pernah ada begitu indah ternyata telah pudar. Pasti sedih sekali menyadari bahwa kini dia hanya bisa bertepuk sebelah tangan karena cintanya tak lagi bersambut. Pasti sedih sekali kehilangan seseorang yang dulunya pernah begitu dicintai.</p>
<p>Kapan lagi bilang <em>I love you?</em></p>
<p>Perempuan mana yang hatinya tak tergetar saat lelaki yang dicintainya mengatakan hal itu kepadanya dengan sungguh-sungguh? Bahagia, terasa melayang, sejenak bagai terbang di awan. (Eh, apa para lelaki merasakan hal yang sama ya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )? Buat sebagian orang, kata <em>I love you</em> sangat berarti untuk menyatakan perasaan cintanya, tapi sebagian lainnya tidak terbiasa menyatakannya secara verbal, cukuplah dirasakan dan diungkapkan dengan bahasa cinta yang tanpa kata-kata.</p>
<p>Perasaan cinta, kasih sayang terasa indah dan berarti bila dirasakan dua belah pihak, apakah itu dinyatakan secara verbal atau non verbal. Bila cinta memudar ada suatu rasa yang hilang bagai cahaya kehilangan pijar. Bila cinta itu meredup betapa hampanya hidup. Bila hanya satu pihak yang mencinta betapa tak imbang jadinya. Lihat betapa sedihnya lagu tadi, curahan hati yang kehilangan cinta. Tadinya setengah mati mengejar dan mengucapkan kata cinta, lalu hilang begitu saja.</p>
<p>Mencintai dan dicintai membuat hidup jadi bermakna, aku bicara tentang cinta yang universal, tidak hanya cinta eros antara perempuan dan laki-laki, tapi juga cinta orang tua dan anak, cinta antara saudara dan teman, juga cinta antara Tuhan dan manusia. Bila hidup tanpa cinta, rasa apa yang akan menggantikannya? Hampa, kosong, suram? atau jangan-jangan benci dan angkara murka yang akan menghiasinya?</p>
<p>Kapan lagi bilang <em>I love you?</em></p>
<p>Cinta sejati memang cinta yang tanpa pamrih, tapi mendengar curahan hati pada lagu tadi, betapa sedihnya melihat rasa cinta tulus yang dimilikinya tak lagi berbalas,hatiku jadi tersentuh. Kadang hal-hal lain dalam sisi kehidupan begitu menyita perhatian, menjadi fokus utama hingga cinta terabaikan. Kadang merasa telah cukup dicintai tapi lupa untuk mencintai, bukankah butuh dua belah pihak untuk saling mencintai?</p>
<p>Cinta sejati adalah cinta yang tanpa pamrih, aku jadi berpikir, siapa yang memiliki cinta paling tulus tanpa pamrih selain Tuhan? Begitu besar cinta kasihNya pada umatnya, dikaruniakannya kehidupan, tak terhitung berkatNya,  dijaga dan disertaiNya senantiasa umatNya, tapi seperti apa balasan cinta itu? Seberapa dalam aku menyatakan cinta kasihku padaNya?</p>
<p>Kapan lagi bilang <em>I love you?</em></p>
<p>Oh, sedihkah Dia saat melihatku hanya mengatakan <em>I love You</em> saat aku sedang mengejarNya sewaktu membutuhkan pertolonganNya? Saat percakapanku denganNya dalam doa-doa hanya berisi daftar permohonan saja? Saat lupa berterima kasih dan mengucap syukur dalam keadaan susah bakan dalam keadaan senang? Saat hanya sebentar sekali tersenyum dan menyapanya sementara waktuku tersita untuk hal-hal yang lain? Saat <em>I love You </em>yang kuucapkan hanya sekedar kata-kata yang lewat tanpa sungguh-sungguh aku menyadari maknanya?  </p>
<p>Teladan cinta kasih yang diberikanNya pada manusia sangat besar dan agung, bagaimana mungkin tak bersyukur karenanya, bagaimana mungkin mengabaikan dan tak membalasnya bukankah lebih indah lagi bila membagikan dan menyebarkannya pada sesama. </p>
<p>Kapan lagi bilang <em>I love you?</em></p>
<p>Pernahkah atau seberapa seringkah kau menyatakan hal itu itu padaNya atau pada orang yang kau cintai? Eh, mungkin bukan persis kata-kata <em>I love you</em>, pokoknya sesuatu yang sama artinya deh, ungkapan <em>I love you </em>yang sungguh-sungguh, bukan sekedar kata-kata.Suatu ungkapan perasaan cinta, apapun itu bentuknya akan menyukakan hati orang yang dicintai,  hidup jadi penuh makna saat memiliki cinta satu sama lain.</p>
<p>Jadi, kapan lagi bilang <em>I love you?</em></p>
<p>Psst… aku baru saja menyatakannya. Nah, kapan kau akan mengungkapkan pada DIA atau orang yang  kau cintai?  Ayo.. ungkapkan segera&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=532&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/09/08/kapan-lagi-bilang-i-love-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/uUQmm37V2Es/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pencuri !!!</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/08/25/pencuri/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/08/25/pencuri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 22:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari membaca status seorang teman di FB beberapa hari lalu yang mengatakan bahwa Malaysia telah menodai bulan puasa dengan mengklaim tari pendet dari Bali sebagai budaya miliknya, diakhiri dengan ajakan ‘ganyang Malaysia’ reaksi spontanku adalah membelalakkan mata dan segera menulis komen yang merupakan komen pertama : “Hah? Tari Bali? Plissss deeh !!!’ . 
Betapa tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=525&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berawal dari membaca status seorang teman di FB beberapa hari lalu yang mengatakan bahwa Malaysia telah menodai bulan puasa dengan mengklaim tari pendet dari Bali sebagai budaya miliknya, diakhiri dengan ajakan ‘ganyang Malaysia’ reaksi spontanku adalah membelalakkan mata dan segera menulis komen yang merupakan komen pertama : “Hah? Tari Bali? Plissss deeh !!!’ . </p>
<p>Betapa tidak geram, ini bukan untuk kali pertama mereka mengklaim sesuatu dari budaya Indonesia sebagai budaya mereka. Baik, memang kita ini sesama rumpun Melayu, beberapa budaya dari Sumatra dan semenanjung Melayu mungkin ada beberapa kemiripannya, tapi ini tari Bali lho !! Dari segi geografis saja letaknya tidak dekat, dan semua orang tahu budaya Bali punya karakteristik khusus   yang menjadi ciri khasnya dan itu sama sekali bukan budaya Melayu.</p>
<p>Beberapa hari kemudian mulailah ramai pemberitaan tentang hal itu. Setelah melihat iklannya di Discovery Channel dan selintas beberapa bahasan di berita televisi, aku mulai paham darimana polemik ini berasal. Masih sebel sih, apalagi saat mendengar pernyataan dari pihak mereka yang menyatakan bawa itu bukan pernyataan resmi pemerintahnya, bahwa iklan itu dibuat oleh pihak swasta. <em>Udah gitu doang</em>?  <em>So what</em>?</p>
<p><span id="more-525"></span>Baiklah, mungkin memang pihak swasta yang membuatnya (artinya mereka telah memilih biro iklan yang tidak kompeten) tapi siapa yang mempekerjakannya? Siapa yang bertanggungjawab atasnya? Siapa yang mendapat keuntungan darinya? bukankan pemerintahnya? Dan lagi, produk itu, yang kemudian disadari sebagai sesuatu yang berpotensi memicu suatu permasalahan – kalau tidak mau dikatakan sebagai suatu kebohongan untuk mengambil suatu keuntungan- apa tidak ada upaya untuk memperbaikinya? Minta maaf atau ungkapan keprihatinan dan penyesalan misalnya? Nggak ada tuh. </p>
<p>Bagiku kesan yang tampak jadinya adalah sekumpulan orang arogan yang tak berbudi yang sama sekali tidak tampak jiwa besarnya.  Aku memang marah tapi tak segeram reaksi pertama, memangnya dengan marah dan geram saja apa bisa menyelesaikan masalah? Kalau terpancing emosi dengan tidak terkendali berarti sama rendahnya dong dengan pihak yang mengklaim sesuatu yang jelas-jelas bukan miliknya itu.</p>
<p>Status dan komen beberapa teman-teman di FB yang menulis tentang hal ini tambah banyak, heboh juga ternyata. Banyak yang memaki dan menghujat tapi ada pula yang bersikap arif atau mencoba membangkitkan semangat nasionalisme. Ada satu status pendek  berupa suatu <em>plesetan</em> kata yang membuatku tertawa kecil saat membacanya yaitu “MALINGsia”. Status pendek itu rupanya memancing berbagai komen yang lucu-lucu yang sebagian besar berupa makian terhadap sang maling.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-526" title="thief[1]" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/08/thief11.jpg?w=196&#038;h=191" alt="thief[1]" width="196" height="191" /></p>
<p>Maling = pencuri !</p>
<p>Aku mengartikan pencuri sebagai orang yang mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Firman Tuhan mengatakan jangan mencuri. Sejak kecil kita diajarkan untuk tidak mencuri. Kalau mau sesuatu dari milik orang lain mintalah dengan baik-baik, kalau dia mengijinkan ambillah dan ucapkan terima kasih, begitu kan? Mengambil sesuatu yang bukan hak atau milik kita dalam berbagai segi bukanlah sesuatu yang dapat dibenarkan. Ada hukuman untuk orang yang mencuri, ada kitab dan undang-undang yang mengaturnya. Orang yang terbukti mencuri terancam dihukum dan dipidanakan sebagai ganjaran atas perbuatannya.</p>
<p>Mengambil suatu barang yang bukan milik kita akan tampak jelas sebagai suatu pencurian, tapi ada hal-hal lain yang sebenarnya masuk dalam kategori pencurian tapi tidak tampak jelas dan kongkrit. Masalahnya adalah hati nurani kadang tidak terasah untuk merasakannya.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang beberapa hari yang lalu aku mendengar suatu dialog interaktif di radio tentang hukuman untuk oknum yang telah mencuri uang rakyat alias para koruptor. Seorang bapak dengan emosional  menyarankan mengganti istilah koruptor dengan istilah maling. Waktu penyiar menanyakan apa alasannya, toh artinya sama koruptor = pencuri = maling, bapak itu kembali menjelaskan dengan berapi-api. </p>
<p>Koruptor itu kesannya ‘keren’ menunjukkan kelas yang lebih tinggi, kalau kata ‘maling’ lebih banyak digunakan untuk pencuri ayam dan pencuri-pencuri klas rendah lainnya. Maling ayam itu kan nggak terhormat, sudah dihukum penjara, sebelumnya babak belur dihajar massa, padahal koruptor sebenarnya sama tidak terhormatnya dengan mereka itu. Sekali mencuri tetap mencuri.</p>
<p>Hah? Aku jadi tersentak dan mulai memeriksa diriku sendiri. Dalam beberapa sisi, jangan-jangan tanpa disadari aku pernah atau sedang mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak atau milikku? Meskipun bukan seperti para maling ayam atau koruptor itu, skala besar atau kecil, apapun alasannya, bukankan yang namanya mencuri tetap mencuri? Oh, ini waktunya untuk introspeksi.</p>
<p>Memang pencuri layak untuk mendapatkan hukuman yang sepadan. Bukan bermaksud kompromi tapi cuma mikir-mikir aja, apa ada ya mencuri yang nggak perlu dihukum? Misalnya… mencuri waktu untuk menulis posting ini.. hehe.. Dan, ada lagi… kalau biasanya pencuri itu bikin geram dan marah tapi tidak untuk pencuri yang satu ini, <strong>pencuri hati</strong> ! Perlu dihukum nggak ya? Kalau iya, apa hukuman yang cocok untuknya? Ada ide? Hehehe…</p>
<p>* gambar diambil dari <a href="http://www.saveandconquer.com/thief.jpg">sini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=525&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/08/25/pencuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/08/thief11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">thief[1]</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Lemah Tak Berdaya</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/07/15/saat-lemah-tak-berdaya/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/07/15/saat-lemah-tak-berdaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 15:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Setelah senantiasa aktif dengan segala karya
adakalanya kau sadari tiba-tiba tubuhmu lemah tak berdaya
Jangankan bekerja, untuk berpikir saja kepala terasa berat
inginnya berkarya tapi tubuh terasa penat
Olala.. kenapa dengan diriku?
Aku tak berdaya padahal banyak tugas yang menantiku
Ada banyak hal yang harus kukerjakan
Ada banyak hal yang harus kupertanggungjawabkan
Betapa anehnya terbaring lemah pada jam kerja
saat dimana mestinya kau sibuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=514&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah senantiasa aktif dengan segala karya<br />
adakalanya kau sadari tiba-tiba tubuhmu lemah tak berdaya<br />
Jangankan bekerja, untuk berpikir saja kepala terasa berat<br />
inginnya berkarya tapi tubuh terasa penat</p>
<p>Olala.. kenapa dengan diriku?<br />
Aku tak berdaya padahal banyak tugas yang menantiku<br />
Ada banyak hal yang harus kukerjakan<br />
Ada banyak hal yang harus kupertanggungjawabkan</p>
<p>Betapa anehnya terbaring lemah pada jam kerja<br />
saat dimana mestinya kau sibuk bekerja  <br />
Betapa sebalnya tidak bisa melakukan apa-apa<br />
selain hanya diam tak mampu berbuat apa-apa</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-517" title="weak" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/07/weak.jpg?w=136&#038;h=168" alt="weak" width="136" height="168" /></p>
<p><span id="more-514"></span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Betapa tidak enaknya harus merepotkan orang lain,</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">ini dan itu harus dibantu dan disiapin</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Betapa tidak enaknya menjadi sakit dan tak berdaya,</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">tak berarti bagi sekitarmu seolah redup tak bercahaya</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Saat kau lemah dan tak berdaya</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">barulah terpikir kekuatanmu ada batasnya</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Memangnya kau ini superman atau wonder woman?</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">sistim tubuhmu berjalan harmonis dalam satu tatanan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Tapi bahkan mesinpun ada batas penggunaannya,</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">segala sesuatu ada batas kekuatannya</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Saat jatuh sakit dan tubuh menjadi lemah,</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">ini peringatan untuk sejenak beristirahat dan tetirah</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Meskipun sungkan dengan bantuan orang lain dan teman,</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">bukankah ini kesempatan mereka untuk menyatakan kasih dan perhatian</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Sedikit perubahan dalam rencana dan pekerjaan,</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">tidak mengapa toh masih bisa disusun rencana cadangan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Tubuh ini karunia pemberian Tuhan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">yang harus dijaga dengan segala perhatian</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Bijaksana dalam menjaga kesehatan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">itu bagian dari ungkapan syukur dan memuliakan Nama Tuhan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Saat kau lemah akan terasa aman bila ada sesuatu yang bisa diandalkan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Saat kau lemah akan terasa penuh harapan jika punya sumber kekuatan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Saat kau lemah bukan berarti kau ditinggalkan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Saat kau lemah Dialah sumber kekuatan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Adakalanya perlu untuk berada dalam kondisi lemah</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">karena itulah saatnya untuk datang dan berserah</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Kekuatanmu yang selama ini kau andalkan darimana datangnya</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">bukankah itu semata anugerah dariNya</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Tubuh bisa sesekali mengalami kelemahan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">tapi tidak hati dan imanku</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Sebab didalam kelemahan</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">justru kuasaNya menjadi sempurna dalamku</span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">*gambar diambil dari <a href="http://www.inmagine.com/">sini</a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=514&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/07/15/saat-lemah-tak-berdaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/07/weak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">weak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>More Than Words</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/25/more-than-words-2/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/25/more-than-words-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 22:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Pernah ngitung nggak berapa jumlah kata yang kau ucapkan setiap harinya? Lima ribu? Seratus ribu? atau lebih? (..ah, siapa juga yang mau ngitung, kok keisengan amat…) Tiap kata yang kita ucapkan punya arti, kata-kata tersusun membentuk kalimat untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran. Bayi mengucapkan kata-kata yang tanpa makna..eh, mungkin itu bukan kata-kata, cuma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=509&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernah ngitung nggak berapa jumlah kata yang kau ucapkan setiap harinya? Lima ribu? Seratus ribu? atau lebih? (..ah, siapa juga yang mau ngitung, kok keisengan amat…) Tiap kata yang kita ucapkan punya arti, kata-kata tersusun membentuk kalimat untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran. Bayi mengucapkan kata-kata yang tanpa makna..eh, mungkin itu bukan kata-kata, cuma suara-suara aja sih ya, semakin dewasa semakin bertambah pulalah perbendaharaan kata-kata kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun perbendaharaan kata-kata sudah berambah banyak, tapi kadang apa yang ada dipikiran nggak mudah diungkapkan dalam kata-kata yang tepat. Maksudnya begini, eh orang lain menangkapnya begitu, maunya ngomong begini, eh karena salah milih kata jadinya artinya lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu terakhir ini aku harus mengikuti beberapa rapat (aduh, berasa kaya’ anggota DPR aja deh). Tahu kan apa yang orang lakukan dalam suatu rapat? Membahas suatu permasalahan, menyampaikan laporan, memberikan masukan, mencari rumusan, adu argumentasi, mencari kata sepakat, pokoknya ngomong, ngomong dan ngomooong…</p>
<p><span id="more-509"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada peserta rapat yang mengemukakan pendapatnya dengan berapi-api, ngomong panjang lebar berputar-putar tapi nggak jelas apa maksud dan tujuannya, nggak menjawab permasalahan yang dibahasnya. Ada juga yang bicaranya cukup singkat tapi kata-kata yang dipilihnya sangat tepat mewakili ide pemikiran yang diungkapkan, bahkan inspiratif dan membuat suasana menjadi lebih kondusif.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pimpinan sidang yang kesulitan menuangkan resume dari hasil bahasan dalam suatu kalimat dan akhirnya bilang.. “..udah deh..pokoknya maksudnya seperti ini, kalimatnya terserah”.. lah sekretarisnya juga nggak tahu mau nulis  gimana, dia juga sama bingungnya. Belum lagi waktu presentasi hasil bahasan, beberapa kali terjadi butuh waktu yang cukup panjang hanya untuk berdebat mencari padanan kata yang tepat untuk suatu istilah yang bisa mewakili suatu ide pikiran yang ingin dituangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi, kadang peserta sibuk mengomentari bukan substansi materi tapi istilah yang dipakai… “jangan pakai kata itu, artinya jadi lain…”, yang lain menyanggah, “bukan begitu maksudnya, ini adalah..bla..bla..bla” dan seterusnya dan seterusnya. Padahal peserta rapat adalah orang-orang dewasa yang pastinya perbendaharaan katanya cukup banyak. Mereka juga cukup <em>well educated, </em> malahan rata-rata memahami lebih dari satu bahasa, tapi ternyata kok susah juga.  </p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata meskipun tersedia berbagai pilihan kata, menuangkan isi pikiran dalam kata-kata itu tidak selalu mudah.  Ada orang tertentu yang punya kemampuan baik dalam berkata-kata, tapi ada orang yang sulit untuk berkata-kata. Tapi kalau dipikir-pikir, asalkan orang itu dikaruniai kemampuan untuk bicara, ketrampilan untuk berkata-kata itu sebenarnya adalah sesuatu yang dapat dilatih.</p>
<p style="text-align:justify;">Pepatah mengatakan, ala bisa karena biasa, <em>practice make perfect</em>. Hanya, kadang orang cenderung tidak memperhatikan apa yang mereka katakan, kadang tidak sadar kalau orang bisa berpretensi lain terhadap apa yang dikemukakan, kadang tidak sadar kalau apa yang diucapkan bisa menyakitkan hati orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata yang diucapkan adalah ungkapan perasaan dan pemikiran yang menunjukkan pribadi seseorang. Kata-kata yang diucapkan oleh orang yang punya sikap berpikir positif akan menolong orang lain, mungkin menyejukkan hati, sesuatu yang bersifat membangun. Orang yang bijaksana mampu memilih kata-kata mana yang harus diucapkan dan yang tidak perlu disampaikan.  </p>
<p style="text-align:justify;">Eh, tapi apa semua yang ada dalam pikiran dapat diungkapkan dalam kata-kata? Ternyata ada juga lho hal-hal yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata tapi bisa dimengerti, tidak diucapkan tapi bisa dirasakan.</p>
<p style="text-align:justify;">CINTA misalnya. Kadang kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkannya, kadang bahkan tidak perlu terucap kata-kata, tapi terasa dalam hati dan itu sudah sangat berarti.  <em>Just feel it,</em> <em>it’s more than words !!</em></p>
<p><span style="color:#000000;">Saying I LOVE YOU<br />
is not the words I want to hear from you<br />
Its not that I want you<br />
not to say, but if you only knew<br />
How easy it would be to show me how you feel<br />
More than words is all you have to do to make it real<br />
then you wouldnt have to say that you love me<br />
cos I’d already know</p>
<p>What would you do if my heart was torn in two</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;">More than words to show you feel<br />
that your love for me is real<br />
What would you say if I took those words away<br />
then you couldnt make things new<br />
just by saying I LOVE YOU</p>
<p>Now I’ve tried to talk to you and make you understand<br />
All you have to do is close your eyes<br />
and just reach out your hands and touch me<br />
hold me close don’t ever let me go<br />
More than words is all I ever needed you to show<br />
then you wouldnt have to say that you love me<br />
cos I’d already know</p>
<p>What would you do if my heart was torn in two<br />
More than words to show you feel<br />
that your love for me is real<br />
What would you say if I took those words away<br />
then you couldnt make things new<br />
just by saying I LOVE YOU</span><br />
</span></p>
<p><em>(“More than words” – </em><a href="http://www.youtube.com/watch?v=kt7L4X4li_k"><em><strong>Extreme</strong></em></a><em>)<strong></strong></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/509/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=509&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/25/more-than-words-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Mata Turun ke Perut</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/15/dari-mata-turun-ke-perut/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/15/dari-mata-turun-ke-perut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 16:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[lens story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Selama kurang lebih 8 tahun terakhir ini, setiap perjalanan pulang dari tempat kerja menuju rumah, aku selalu melihat bapak ini menunggui dagangannya. Seolah sudah punya kapling disitu, rasanya tidak ada yang berubah pada penampilannya sejak awal aku melihatnya. Tempatnya berjualan sama selalu disekitar daerah itu, juga sepeda dan muatannya, hanya bedanya pada awal-awal dulu tertulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=500&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selama kurang lebih 8 tahun terakhir ini, setiap perjalanan pulang dari tempat kerja menuju rumah, aku selalu melihat bapak ini menunggui dagangannya. Seolah sudah punya kapling disitu, rasanya tidak ada yang berubah pada penampilannya sejak awal aku melihatnya. Tempatnya berjualan sama selalu disekitar daerah itu, juga sepeda dan muatannya, hanya bedanya pada awal-awal dulu tertulis “Sate Kul 100”, sekarang “Sate Kul 500”.  Angka itu menunjukkan harga sate per tusuknya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-501" title="1" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/1.jpg?w=414&#038;h=311" alt="1" width="414" height="311" /></p>
<p style="text-align:left;">Sate Kul? apa sih itu? Pastinya kul yang dimaksud disini bukan kol atau kubis, masa’ bisa dibikin sate? Setelah bertahun-tahun hanya memandang dan bertanya dalam hati saja, akhirnya sore tadi aku memenuhi rasa penasaranku dengan berhenti dan melihatnya secara langsung. Ooh.. jadi ini to yg namanya sate kul?</p>
<p><span id="more-500"></span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-502" title="2" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/2.jpg?w=414&#038;h=275" alt="2" width="414" height="275" /></p>
<p>Rupanya kul itu adalah sejenis siput yang banyak dijumpai di sawah, ada yang menyebutnya sebagai <em>kreco</em>, mungkin ini famili dari <em>escargot</em> yang terkenal itu. Aku tahu varian kul dengan ukuran lebih kecil yang disebut kul nenek, disajikan di restoran terkenal di kota ini dengan cara direbus bersama dengan ‘rumah’nya, dengan bumbu manis pedas berkuah. Kul yang dibuat sate ini rupanya ukurannya lebih besar sehingga volume dagingnya lebih banyak. Setelah direbus dan diberi bumbu lalu dibuat sate, disajikan dengan saus kacang dan sambal.</p>
<p>Mungkin sebagian orang menyukai masakan eksotis ini ya, tapi aku kok tidak terlalu tertarik untuk menyantapnya. Bukan apa-apa sih, ini masalah selerasaja… lagian.. aku kok merasa nggak tega memakannya karena siput ini mengingatkanku pada si Gary sahabat kesayangan <em>SpongeBob Squarepants</em>… hihihi…</p>
<p>Sesuatu yang berawal dari mata lalu turun ke perut juga pernah kualami waktu aku berada di Manila, tepatnya di restoran cepat saji di sekitar Marina bay. Aku lupa apa nama masakan ini dalam bahasa Tagalog, yang kutahu dari deskripsinya dalam bahasa Inggris ini adalah barbekyu sosis daging. Ah, ini sih masakan yang simpel dan pasti sudah kukenal rasanya, jadi tanpa pikir panjang aku memesan menu itu. Tapi sajiannya membuatku membelalakkan mata sejenak. Nasi dan sosisnya sih biasa saja, acar yang terbuat dari serutan pepaya muda dan wortel juga ok saja, tapi kenapa ada pisang disini?</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-503" title="3" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/3.jpg?w=413&#038;h=308" alt="3" width="413" height="308" /></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Bukannya pisang biasanya disajikan sebagai makanan pencuci mulut? Kok ini masuk dalam makanan utama? Tapi akhirnya aku paham, memang daerah satu dengan lainnya punya cara tersendiri dalam mengolah makanan. Meskipun awalnya mataku terbelalak melihat tampilannya akhirnya masuk perut juga sajian itu dan ternyata… hmmm.. enak !</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Pisang itu rasanya mirip seperti pisang kepok (yang kusukai), tidak terlalu masak jadi tidak terlalu lunak tapi juga tidak terlalu keras, rasanya tidak terlalu manis, dibakar tanpa bumbu apapun sehingga terasa asli rasa pisangnya. Rupanya pisang dan acar itu jadi kombinasi yang pas untuk mengimbangi rasa sosis daging yang cenderung bikin eneg dengan bumbu barbekyu yang kental.. Wah, pas sekali…. nggak ngira deh pisang bisa dikombinasikan dengan nasi dan daging.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Nah, kalau sajian yang ketiga ini kudapatkan di salah satu restoran di Denpasar, Bali. Aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya… Tuh lihat, menawan hati kan? </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"><img class="aligncenter size-full wp-image-504" title="4" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/4.jpg?w=414&#038;h=287" alt="4" width="414" height="287" /></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Dari mata turun ke perut juga sih akhirnya, tapi coba lihat komposisinya : saus ditengah dengan telur rebus sebagai center, dikelilingi oleh sayuran yang disusun rapi dengan kombinasi warna yang serasi, lalu ada tahu dan tempe goreng dan emping sebagai pelengkapnya. Eh, padahal ini ‘hanya’ makanan biasa yang sering kita jumpai sehari-hari lho… tampak keren karena penampilannya yang cantik. Hayo, bisa tebak nggak apa nama makanan ini?</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=500&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/15/dari-mata-turun-ke-perut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lost and Found</title>
		<link>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/09/lost-and-found/</link>
		<comments>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/09/lost-and-found/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 14:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantikris</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tantikris.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun lalu aku pernah punya pengalaman tidak menyenangkan dengan salah satu maskapai penerbangan swasta nasional, saat itu entah bagaimana bagasiku bisa terbang terbawa ke kota lain, bukan kota tujuanku, padahal itu bukan penerbangan transit lho. Terpaksa aku harus berurusan dengan konter Lost &#38; Found untuk mengurus bagasiku yang nyasar itu yang baru bisa kuterima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=488&subd=tantikris&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dua tahun lalu aku pernah punya pengalaman tidak menyenangkan dengan salah satu maskapai penerbangan swasta nasional, saat itu entah bagaimana bagasiku bisa terbang terbawa ke kota lain, bukan kota tujuanku, padahal itu bukan penerbangan transit lho. Terpaksa aku harus berurusan dengan konter <em>Lost &amp; Found</em> untuk mengurus bagasiku yang nyasar itu yang baru bisa kuterima keesokan harinya. Sejak saat itu aku jarang sekali menggunakan jasa maskapai ini, kutempatkan pada pilihan terakhir kalau aku masih bisa memilih yang lain. Tapi akhir minggu lalu, sikonnya tidak memungkinkan, jadilah kami ke Jakarta dengan menumpang pesawat maskapai tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-490" title="lost-found" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/lost-found4.jpg?w=322&#038;h=167" alt="lost-found" width="322" height="167" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pada waktu menunggu pengambilan bagasi mataku tertuju pada petunjuk konter  <em>Lost &amp; Found</em>, ini adalah konter dimana penumpang dapat melaporkan segala hal tentang kehilangan barang yang dibawanya atau tentang penemuannya akan sesuatu barang selama penerbangannya. Simbolnya adalah tanda tanya, payung dan sarung tangan, oh..mungkin barang-barang itu yang sering hilang, tertinggal atau ditemukan orang. Wah, kalau ‘hanya’  kehilangan barang-barang ‘kecil’ seperti itu mungkin tidak terlalu terasa ya, tapi kalau kehilangan bagasi seperti yang kualami saat itu pasti sangat tidak menyenangkan.</p>
<p>Kecil atau besar, m<em>e</em>mangnya enak kehilangan sesuatu?</p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Kehilangan adalah hal yang tidak menyenangkan, apalagi kalau yang hilang adalah sesuatu yang berharga, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang tidak ingin dilepaskan. Apa yang akan dilakukan kalau kehilangan sesuatu? Ada sih yang pasrah aja dan menerimanya, tapi umumnya sih akan mencari dan ingin menemukannya kembali. Proses mencari tidak selalu mudah, kadang butuh waktu dan tidak selalu ketemu apa yang dicari. </span></p>
<p><span id="more-488"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, senang rasanya kalau bisa menemukan sesuatu yang hilang, apalagi kalau itu adalah sesuatu yang sudah lama dicari. Tapi bisa jadi, saat tidak sedang mencari tiba-tiba kita menemukan sesuatu, ini bisa jadi suatu kejutan, atau sedang mencari sesuatu yang lain ternyata menemukan hal yang lain pula, <em>serendipity.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Akhir minggu lalu aku memang tidak perlu berurusan dengan konter <em>Lost &amp; Found, </em>tapi aku menemukan sesuatu setelah mengalami kehilangan sekian lama. Menemukannya bukan di bandara atau di suatu tempat, aku menemukan sesuatu di Facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya aku tidak terlalu tertarik untuk bergabung dengan jejaring sosial Facebook meskipun sudah lama  aku tahu tentang situs ini dan fenomenanya yang <em>happening. </em>Kalau akhirnya aku punya akun itu sebenarnya gara-gara ingin tahu saja setelah membaca pernyataan Hermawan Kertajaya di salah satu media yang mengatakan bahwa dia punya akun FB yang aktif dengan jumlah teman lebih dari seribu. Hah? Orang sekelas beliau FB-an juga? Hehe…Setelah punya akun FB-pun aku jarang membukanya, meskipun ada beberapa yang menambahkan dan kutambahkan sebagai teman tapi itu cuma sambil lalu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua itu berubah saat seorang teman lama menemukanku, ini sebuah kejutan untukku karena dia dulu adalah sahabatku waktu SMA di Jogjakarta dan sudah lama tidak menjalin kontak. Berawal dari <em>add</em> dia di FB, satu demi satu akhirnya kami bertemu dengan teman-teman lama saat SMA, menjalin silaturahmi melalui sarana ini. Menyenangkan sekali bisa menemukan kembali teman dimasa-masa remaja, mengingat masa-masa indah dalam hidup yang tak akan terulang, berbincang berbagai kisah lucu bahkan konyol yang pernah kami alami, berbagi foto-foto jadul yang penuh kenangan.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-492 aligncenter" title="III P2" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/iii-p2.jpg?w=414&#038;h=199" alt="III P2" width="414" height="199" /></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Ada anekdot yang menyatakan &#8220;FB bisa menyatukan yang jauh dan menjauhkan yang dekat&#8221;..hehehe. Memang benar itu bisa menyatukan yang jauh, buktinya kami akhirnya bisa bertemu lagi setelah terpisahkan oleh jarak dan waktu, tapi apa benar menjauhkan yang dekat? Buatku itu tidak berlaku, karena kekasih hatiku yang jadi pendamping hidupku ini dulunya adalah teman SMAku juga..hehehe.. jadinya semakin seru karena kamipun jadi asyik mengenang romansa masa lalu ditambah lagi dengan ketemu teman-teman lama.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;">Setelah beberapa saat berkontak secara intens, kami sepakat untuk bertemu dalam suatu reuni kecil. Meskipun kami tersebar di berbagai kota, tetapi karena sebagian besar tinggal di Jakarta akhirnya diputuskanlah kami akan bertemu disana. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial,sans-serif;"><img class="alignleft size-full wp-image-493" title="marche" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/marche.jpg?w=223&#038;h=167" alt="marche" width="223" height="167" /></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p style="text-align:justify;margin:0;">Waktu sudah ditentukan, tempat sudah dipesan, duapuluh orang akan bertemu setelah dua dasawarsa terpisahkan. Seru dan tak sabar rasanya menantikan saatnya bertemu dengan para sahabat setelah sekian lama kehilangan komunikasi dan kontak. Ada keriangan<em> </em>tak terkira membayangkan akan menemukan keceriaan yang dulu pernah kami rasakan bersama di masa-masa yang tak kan pernah terlupa. Penasaran ingin tahu seperti apa wajah dan penampilan setelah usia bertambah, ingin berjumpa dan mendengar cerita setelah lama tak berjumpa.</p>
<p>Dan akhirnya….. bertemulah kami.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-494 aligncenter" title="5" src="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/5.jpg?w=405&#038;h=304" alt="5" width="405" height="304" /></p>
<p style="text-align:justify;">Whaaaa&#8230; inilah penampilan kami sekarang, heraan… beberapa orang tampak tak berubah sama sekali, sama seperti waktu SMA dulu tapi ada pula yang benar-benar berubah hingga tak lagi dikenali, sebagian besar sudah tampak ada rambut putih satu dua seperti <em>highlight</em>, atau lemak yang tertimbun disana-sini, kerutan halus yang samar tapi juga pancaran sinar wibawa kedewasaan. Apapun itu,  bagiku semua wajah itu tampak tak berubah dimataku, celetukan dan gurauan itu terdengar sama ditelingaku, senangnya bersama mereka lagi, kembali ke masa muda yang ceria.</p>
<p>Dua dasawarsa (aih tua amat.sih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ….hihihi) kami saling kehilangan, sekarang kembali saling menemukan.</p>
<p>Dulu kami masih culun dan lugu, saat ini sudah jadi bapak dan ibu.</p>
<p>Dulu kami remaja yang bebas tanpa beban, sekarang  telah jadi orang yang menapaki karir menuju mapan.</p>
<p>Dulu kami bersama  berlomba memacu prestasi dan saling menyemangati, sekarang itu semua terbukti jadi bekal untuk menjalani hidup yang sangat berarti</p>
<p style="text-align:justify;">Berjam-jam waktu berlalu tanpa terasa, ceria dengan derai tawa dan sukacita.  Hanyut dalam nostalgia dan berbagi cerita tentang masa yang telah berlalu dimana kami tak lagi bersama. Waktu akhirnya malam telah larut dan kami harus pulang kembali kerumah masing-masing, ada keceriaan yang masih terbawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak sekedar larut akan nostalgia masa remaja ada sesuatu yang membuatku berbahagia. Indahnya nilai persahabatan ternyata tak lekang oleh ruang dan waktu. Sesuatu yang hilang telah ditemukan kembali. <em>Lost and Found? </em>Atau mungkin semua itu memang tak pernah hilang diantara kami?  Aku menemukan kembali teman-teman baikku, tepatnya kami saling menemukan satu sama lain, betapa bersyukurnya aku.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tantikris.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tantikris.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tantikris.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tantikris.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tantikris.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tantikris.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tantikris.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tantikris.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tantikris.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tantikris.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tantikris.wordpress.com&blog=4540092&post=488&subd=tantikris&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tantikris.wordpress.com/2009/06/09/lost-and-found/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f7edcf222c20c1687d2beed10a70a43?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tantikris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/lost-found4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lost-found</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/iii-p2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">III P2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/marche.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">marche</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tantikris.files.wordpress.com/2009/06/5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>