jump to navigation

Ebony and Ivory September 21, 2008

Posted by tantikris in music.
20 comments

Ada lagu baru pada latihan paduan suara kemarin sore dan aku langsung menyukainya begitu membaca sekilas partitur yang disodorkan padaku untuk kuiringi musiknya. Tampaknya ini adalah sebuah lagu dengan melodi dan harmonisasi yang bagus, syairnyapun indah menyentuh hati, berisi pujian bagi  kemuliaan Tuhan. Tapi begitu kulihat nada dasarnya do = Es… waduh.. rasanya terbayang ribetnya dalam mengiringi nanti (maklum deh, aku ini kan bukan expert) terbayang musti main dengan chord-chord  yang sulit dimana banyak memencet tuts-tuts hitam pada piano …. alamak !

 

Setelah berkonsultasi sebentar dengan pemimpin paduan suara, aku mencoba membuat kompromi dengan menurunkan nada dasarnya menjadi D, maksudnya sih supaya aku lebih mudah memainkannya, toh cuma turun setengah nada ini. Tapi, setelah dinyanyikan bersama, hal ini menuai protes dari penyanyi alto dan bass. Rupanya rentang nadanya cukup jauh sehingga waktu diturunkan, tadi nada terendahnya menjadi sulit terjangkau. Tanpa pikir panjang aku segera mengaktifkan fungsi transpose pada keyboard, (untung latihannya tidak pakai piano akustik hihi…) jadilah aku mengiringi lagu baru itu dengan nada dasar do = Es  tanpa kesulitan berarti, tanpa terlalu banyak ‘bersentuhan’ dengan tuts-tuts hitam itu…

(more…)

“Sayang,….global warming itu apa?” September 12, 2008

Posted by tantikris in story.
15 comments

 

Judul diatas adalah cuplikan dialog dari iklan radio sebuah operator telepon seluler yang sering kudengar tiap pagi saat perjalanan menuju ke kantor.  Kalimat itu diucapkan oleh seorang perempuan muda dengan suara yang centil dan manja seperti Sasha di serial OB – RCTI, cantik, imut, lugu tapi ‘oon dan tulalit.. hehe.. Dalam iklan itu si cewek yang sedang menelepon kekasihnya untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahuinya yaitu tentang global warming itu. Aku nggak tahu ini iklan nasional apa bukan, mungkin ada yang pernah dengar? Begini nih kira-kira dialognya:

 

“Ayang…. (singkatan dari Sayang), global warming itu apa?”  lalu terdiam sebentar, mungkin menyimak penjelasan sang kekasih, lalu disambung dengan pertanyaan berikutnya.

“Ozon? Oh… aku tahu ozon, aku kan sering creambath terapi ozon”

“Bukan?…hmm trus apa dong Ayang?”

“Ooooh.. ozon yang dilangit! … uuh… bilang dong..” sambil terkikik-kikik manja.

“Hah? Bolong? Langit bisa bolong Ayang?”.. nada tanyanya meninggi dengan ekspresi heran.

 

Lalu suara narator segera memutus pembicaraan itu…”Yaaah.. perlu waktu lama nih untuk bikin dia ngerti, mana bisa pakai telepon biasa?..bla bla bla….” sambil mempromosikan keunggulan telepon seluler tersebut yang meskipun dipakai lama tapi bayarnya tetap iriiiiit…

(more…)

“Halo…………” September 4, 2008

Posted by tantikris in story.
19 comments

“Halo…” kata itu kan yang umumnya terucap setelah mengangkat telepon yang berdering-dering.

Dulu,

waktu kita mengangkat telepon, sambil mengucapkan kata “halo” hati masih bertanya-tanya siapa nih yang nelepon ya?

 

Sekarang,

dengan berkembangnya teknologi komunikasi, dimana pesawat telepon sudah dilengkapi dengan monitor yang menunjukkan identitas si penelepon, tidak ada lagi nada tanya dalam kata ‘halo’, kecuali yang muncul di monitor adalah nomor asing yang tidak kita kenal.

 

Dulu,

dua atau tiga dasawarsa yang lalu, telepon adalah suatu sarana komunikasi yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu saja. Karena terbatasnya  sarana dan prasarana yang ada, fasilitas telepon hanya untuk kantor-kantor saja, kalaupun untuk pribadi hanya golongan tertentu saja yang mampu memilikinya, fasilitas telepon umumpun masih sangat terbatas. Komunikasi via telepon lebih banyak untuk kepentingan formal, kalaupun pribadi hanya seperlunya saja…mahal sih !

(more…)