jump to navigation

Untuk Ayah Tercinta November 10, 2008

Posted by tantikris in poem.
trackback

Betapa aku sangat mengagumimu saat ku kecil

Kau orang yang selalu tahu jawaban semua pertanyaanku

Kau  yang mengajarku berhitung dan ilmu pasti dari contoh nyata hal-hal kecil

Kau  yang mengajarku membaca hingga kusuka membaca segala buku

 

Wajahmu  teduh seperti yang selalu kuingat

Sabar dan selalu memandang segala sesuatu dengan hikmat

Senandung dan leluconmu membuat rumah kita selalu hangat

Kau tak pandai mengungkapkan perasaan tapi kami tahu kau mencintai kami dengan sangat

 

Kau yang mengenalkanku  pada musik yang indah,

darimulah kami mewarisi talentamu

Kau mengenalkanku pada seni dan mengapresiasinya secara batiniah,

Membuatnya jadi sesuatu yang memperkaya wawasan dan penyeimbang ilmu

 

Saat aku beranjak besar kau bukan lagi tokoh pandai sang segala tahu

Saat semakin banyak sumber lain yang kupelajari dan memberiku berbagai pengetahuan baru

Tapi tetap kau selalu sumber pengetahuanku, lebih dari ilmu, sesuatu yang  bermakna di kalbu

Yaitu pengetahuan untuk selalu berlaku bijak dan berhikmat dalam segala tingkah laku

Kau yang mengajarku tentang Tuhan

Dan bagaimana orang harus hidup dengan beriman

Bukan saja dengan perkataan tapi dengan teladan dan perbuatan

Dalam mewujudkan  hidup yang berkenan kepada Tuhan

 

Hidup tak selalu berjalan dengan mulus

Jatuh, bangun  dalam berbagai pencobaan

Kau bukan orang sempurna tapi memberiku teladan bagaimana iman tak putus

tegar bukan karena kemampuanmu tapi karena mengandalkan kekuatan yang dari Tuhan

 

Betapa aku bertambah mengasihimu sejak lima tahun terakhir 

Saat ibu jatuh sakit tak berdaya membuat hidup damai kita terjungkir

Kau merawat dengan kasih menempatkannya sebagai prioritas utama tanpa banyak pikir

Ajaib, dari yang tak tahu apa-apa jadi mampu mengurus rumah tangga kau lakukan dengan mahir

 

Kau selalu katakan, dulu waktu ibu masih sehat dan kuat kita dirawatnya dengan segenap hati

Kini ibu tak berdaya, giliran kita yang merawat dan menunjukkan kesetiaan hati

Semua ini berat  kita lalui, tapi kau pasrah berserah pada Tuhan dengan segenap hati*

Kita selalu menantikan saat kupulang tiap bulan sebagai saat yang sangat menyukakan hati

 

Itulah saatnya kita berbicara banyak dan saling menguatkan

Itulah saatnya kau tunjukkan teladan iman dalam perbuatan

Dalam suka dan duka kaulah selalu panutanku

Dalam sudut pandang berbeda, kutemukan kembali kekagumanku padamu saat masa kecilku

 

Sore kelam itu, tiba-tiba saja Tuhan memanggilmu meninggalkan kami

Tanpa kata, pesan atau isyarat yang kami pahami

Bahkan tak sampai hitungan hari rasa sakit yang kau alami

Telah membawamu pergi untuk selama-lamanya dari kami

 

Bagaikan petir yang menyambar membuatku lemas lunglai dan terkelu

Bahkan aku tak ada disampingmu saat kau pergi berlalu

Tujuh jam perjalanan pulang kutempuh dengan rasa pilu

Menjumpaimu telah berada di pembaringan terakhir hatiku bagai ditusuk sembilu

 

Tidak pernah kurasakan pedih yang teramat menyesakkan dada lebih dari yang kurasakan saat ini

Tidak pernah tercurah airmataku lebih deras tak terhenti seperti saat ini

Tidak pernah kurasakan kehilangan yang dalam seperti yang kualami saat ini

Tidak pernah aku mengira bisa begitu berduka seperti saat ini

 

Sanak saudara dan teman berdatangan menyampaikan simpati

Betapa banyaknya orang yang ikut berduka hati

Mereka semua menghormati dan menyayangimu seperti kami

Doa dan dukungan mereka sangat  menguatkan  dalam kedukaan yang kami alami

 

Ayahku orang yang sederhana tapi Tuhan dan sesamanya sangat mengasihinya

Kupupus kesedihanku dan merelakan kepergiannya

Tuhan telah melepaskannya dari segala beban dan tugas pengabdiannya didunia

Tuhan telah memanggilnya menyediakan tempat yang mulia disisiNya

 

Terima kasih Tuhan telah Kau berikan kami ayah tercinta dan teladannya

Terima kasih atas puluhan tahun yang kami lalui bersamanya

Kiranya kami mampu meneladani iman dan pengharapannya yang teguh

dan hidup berkenan kepadaMu dalam iman yang kukuh

 

Selamat jalan ayah tercinta,

Tak mampu kulukiskan perasaanku dengan kata-kata yang indah

Walau kau telah pergi tak lagi kulihat tampak dimata

Tapi akan tersimpan dihati sebagai kenangan abadi yang terindah

 

 

Ayahku Tercinta dalam Kenangan

22 April 1939 – 30 Oktober 2008

 

* Lagu kesayangan ayah  I Surrender All”

  (Kidung Jemaat 364 “Berserah Kepada Yesus”)

 

Comments»

1. jeunglala - November 10, 2008

Mbak Tanti…

Doa saya menyertai Ayah yang berpulang…
He was a great guy, a great Dad…
Dan saya percaya, Ayah Tercinta akan mendapatkan tempat yang begitu indah di sisi Tuhan.

*kecup sayang buat Mbak Tanti, semoga lekas kembali tersenyum*

Terima kasih Lala…
Lihat, aku sudah tersenyum lagi 🙂

2. Ian - November 10, 2008

ikut bersedih dgn berpulangnya ayahandamu.
kejadian yg kamu alami pernah aku alami juga.
di dunia ini,orang yg paling ku sayang adalah ayahku,kemudian ibuku.aku bukan anak yg durhaka,karena lebih menyayangi ayahku,tapi ayahku lebih dari seorang ayah dan teman,
aku bisa mengerti apa yg kamu rasakan,karena aku telah mengalaminya,
terlepas dari kesedihan yg kita alami,ada satu hal yg harus kita syukuri,beliau berpulang didalam Yesus,perjuangannya didunia telah berakhir dan kini beliau tinggal menerima mahkota kehidupan “disana”
amin. (dari org yg sering membaca tulisan2mu)

Amin.
Terima kasih Ian.

3. Ikkyu_san - November 10, 2008

aku hanya bisa menangis mbak….
seandainya aku berada di tempat mbak.
membayangkan mbak tidak sempat berbicara dan menyampaikan kata terakhir…
tabah ya mbak…

EM

Aku jadi benar-benar tahu rasanya sedih dan kehilangan.
Tapi sekarang sudah bisa tersenyum, terima kasih Imel.

4. edratna - November 10, 2008

Tanti,
Saya ikut berduka cita….. beliau telah berbahagia di alam sana, jika tahu bahwa putra putrinya sangat mengasihi beliau.
Semoga beliau mendapat ampunan dan kemudahan diperjalanannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan
Amien

Amin.
Terima Kasih Ibu.

5. Daniel Mahendra - November 10, 2008

Beliau tahu betul satu hal pasti: bangga memiliki putri seperti dirimu. Aku yakin betul itu.

Tetap kuat! Karena hidup tetap mesti terus dijalani.

Seperti juga aku bangga padanya.
Ya, aku akan kuat.
Terima kasih !!

6. Yoga - November 12, 2008

Merinding membaca puisi mbak.

Tangis sedih dari hatiku, aku ikut berduka cita. Tabah, sabar dan kuat ya mbak, masih ada perjalanan panjang yang harus ditempuh.
Dan beliau telah mengiringi bakal perjalanan itu dengan doa yang dulu dikidungkannya. Doanya selalu menyertaimu.

Ya, aku akan menatap ke depan, terus melangkah dan membawanya selalu di hatiku.
Terima kasih Yoga.

7. diah - November 12, 2008

Dear Tanti,

Maaf kalo aku baru tahu dari blogg ini, ternyata Ayah tercinta telah berpulang tgl 30/10/2008…Aku turut berduka cita atas berpulangnya beliau…. yang tabah ya Tanti…

diah.

Trims ya Diah.

8. Donny Verdian - November 13, 2008

Berserah kepada Yesus
tubuh roh dan jiwaku..

Ah, lagu yang kusuka juga Mbak Tanti.

Tenanglah, ia telah memasuki gerbang abadi bersama pahlawan pujaan kita semua, Yesus Kristus.

Ikut berduka cita, tapi juga ikut gembira ketika tahu engkau sudah bangkit kembali melanjutkan hidup.

Ada cerita tentang lagu itu Don. Duluuu… beberapa tahun lalu, waktu hp ayahku masih Siemens C 35 (yang kita bisa bikin sendiri ring tone-nya) beliau minta aku untuk membuatkan ringtone lagu itu.. Dengan senang hati aku membuatkannya, jadilah… tiap kali ada panggilan masuk di hp itu, terdengarlah bagian reffrain dari lagu itu… 🙂

Perlu waktu untuk bisa lepas dari kedukaan ini, ini tidak mudah, tapi aku sudah memulainya.
Terima kasih.

9. nh18 - November 13, 2008

Tanti (#)
Ah ini menyentuh sekali …
Menyentuh sekali …

Semoga beliau bahagia di alam sana ya Mbak …

Salam saya …

Saya percaya ayah berbahagia “disana”.
Terima kasih.

10. mascayo - November 13, 2008

turut berduka mbak ..
sama seperti om trainee .. menyentuh sekali
saya ingin bisa seperti ayah mbak untuk putriku zia …

Terima kasih.
Tulisan ini memang tentang saya, tapi saya senang kalau ini bisa menjadi inspirasi untuk semua anak perempuan atau ayah yang membacanya,
menjadi sesuatu yang mengingatkan betapa agungnya nilai kasih sayang antara ayah dan anak.
🙂

11. marshmallow - November 14, 2008

my condolences, mbak tanti.
mudah-mudahan jalannya dimudahkan untuk mencapai kehidupan yang abadi, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketegaran buat menghadapi dan menjalani hari sepeninggal ayah tercinta.

kehilangan orang tercinta memang berat dan menyedihkan. namun saya bersyukur mbak tanti sudah bisa menerima musibah ini dengan tabah.


Doa dan dukungan dari orang-orang di dekat saya sangat menolong dan menguatkan, saya bersyukur.
Terima kasih ya Marshmallow.

12. erna - November 14, 2008

Tanti…
Sore menjelang malam itu… kabar duka darimu benar-benar menyentak kalbuku… Aku memang tidak pernah bertemu Bapak Tan.. Tapi tahu bagaimana arti beliau untukmu… Tan, maafkan aku jika akupun tersentak.. speechless nggak ngerti meski bicara apa… Saat itu juga aku ingat ceritamu.. semua..ditoko buku, di Mall dengan trik sulap dengan Kayla itu.. semua Tan..
Bapak telah damai disisiNya..Seperti katamu Bapak telah usai menjalankan tugasnya.. Tuhan telah membebaskannya dari segala beban didunia ini yang selama ini telah Bapak lakukan dengan baik sekali..

Ku berdoa walau Bapak pergi, semoga damai, tauladan dan kehangatan kasih Bapak tetap abadi menyinari kita semuanya yang ditinggalkannya

Amin.
Hari ini Kyla ulang tahun, dia sedih eyangnya tidak bisa merayakannya bersamanya, tapi dia dengan pemahaman anak-anaknya sudah tahu, eyangnya tidak ada disini lagi karena bersama Tuhan di surga.

Thanks for all your support ya Na !

13. yulism - November 15, 2008

Mbak Tanti Saya “Turut berduka cita atas berpulangnya sang Ayah tercinta” Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik disiNYA. Ayah akan selalu meninggalkan kenagan yang indah untuk putra dan putrinya. Karena tauladan dan kasih sayangnya yang tulus menjaga dan membesarkan kita. Semoga mbak Tanti dan keluarga diberikan keiklasan dan ketegaran untuk menerima dan merelakan beliau. Thanks

Amin.
Terima kasih Yulis

14. prameswari - November 16, 2008

Beliau pasti selalu ada buat Mbak Tan
Beliau ada di hati mbak Tan
Beliau akan tetap mendampingi mbak

di tempat yang Mulia, tempat peristirahatannya terakhir
Beliau sudah tenang kini…..

Sebagai puteri tercinta, mbak sudah berbuat yang terbaik untuk Beliau
Ikhlaskan kepergiannya mbak….
Kita semua akan mengikutinya kelak……
tugas mbak masiy ada…..masiy ada ibu yang harus dijaga
semoga mbak dan keluarga selalu diberi kekuatan. Amien…

Amin.
Suatu hari nanti kami akan bersama lagi, “disana” ditempat yang mulia.

15. prameswari - November 17, 2008

Masih ingat lagi…….
Langit Jogja yang mendung di kala itu
mengantar ratusan pelayat yang datang
seakan alam ikut rasakan kesedihan
memberi jalan Bapak untuk menyatu menjadi bagiannya
Kaliurang menjadi tempat terakhir yang beliau pilih

Masih ingat lagi
Saat semua menangis sedih ditinggalkan
Saat kidung pujian dinyanyikan
Saat kesan tentang bapak dilagukan
Saat semua orang ikut berdoa di samping Bapak
Saat istri, anak-anaknya, serta cucu yang mencintainya ada bersamanya
Beliau disana pasti tahu betapa semua orang mencintainya

Itu hari yang tak akan pernah terlupa dalam hidupku.

16. dyahsuminar - November 20, 2008

saya percaya,,,beliau pergi dengan tersenyum karena putrinya yang membanggakan…Selamat jalan…semua mencintainya.

Terima kasih Ibu.

17. vizon - June 17, 2009

mbak tanti… meski aku hadir di sini sudah sangat terlambat, tapi tidak mengurangi rasa haruku sekaligus bangga…
ayah mbak memang telah tiada, tapi prasasti yg ditorehkannya telah bercahaya dan akan selalu mewarnai dunia. prasasti itu telah tertoreh dg baik di dirimu mbak, berbahagialah…

Terima kasih Uda. Selamat Hari Ayah 🙂

18. neshia - October 30, 2011

semoga yg ditinggalkan di beri ketabahan dn di hibur

19. neshia - October 30, 2011

kenapa ayah kok cepat kali pergi dari hidup ku ini…………………..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: