jump to navigation

Muatan Beban April 27, 2009

Posted by tantikris in lens story.
18 comments

Hidup bagai melaju  berkendara diatas roda, berjalan menyusuri waktu. Kadang ngebut, kadang melambat, sesekali berhenti, beristirahat untuk kemudian kembali berjalan lagi, sampai nanti di tujuan akhir perhentian.

11

Perjalanan tak selalu ringan, ada beban yang harus dibawa sebagai muatan. Kadang beban itu begitu berat, tapi bisa dikemas dengan ringkas, mudah dibawa, meskipun berat tapi tak begitu membebani.

21

Kadang muatan itu tampak begitu besar, padahal sesungguhnya bila ditimbang tak seberapa  berat bebannya. Beban itu terlihat seolah-olah begitu besarnya, menyesakkan menyita segala kekuatan, apa semua itu bukan karena tak pandai mengemasnya dan membuatnya jadi sesuatu yang padat? Beban itu sebenarnya tidak seberat kelihatannya kok.

(more…)

Bukan Kambing Jantan April 21, 2009

Posted by tantikris in story.
23 comments

Aku ini  tidak sedang ingin bercerita tentang kambing, ada orang yang lebih ahli di bidang ini, malu ah sama  beliau ini. Aku juga bukan sedang membicarakan Kambing Jantan-nya Raditya Dika yang sudah sukses bikin aku terbahak-bahak saat membaca novelnya (katanya sudah dibikin filmnya juga, tapi aku nggak nonton sih). Aku ingin bercerita tentang zodiak Aries yang digambarkan dengan simbol kambing jantan.   

 

aries11

 

 

Oh ya, jangan salah. ini juga bukan karena aku tahu banyak tentang zodiak dan astrologi apalagi percaya pada ramalan-ramalan bintang, bukan, aku hanya tertarik saja pada beberapa aspek didalamnya. Aries adalah zodiak untuk orang yang lahir antara 20 Maret – 21 April, kalau digambarkan sebagai kambing jantan mungkin berkaitan dengan beberapa sifat yang dimilikinya.

 

Sepanjang yang kuketahui orang Aries ini disebutkan punya yang sifat agresif, energik, impulsif, berjiwa pemimpin, pantang menyerah, penuh ambisi, keras kepala, penuh kreatifitas dan inisiatif, maunya langsung ke sasaran, tidak suka basa-basi, nah karateristik yang kuat ini rasanya ‘bukan gue banget’ deh.  Karakterku yang Pisces ini rasanya lebih ‘lunak’ dan cenderung melankolis, karena perbedaan ini aku maklum saja waktu membaca beberapa artikel tentang astrologi yang menyebutkan bahwa Pisces bukanlah pasangan ideal Aries.

 

Meskipun temanku banyak, rasanya sejak remaja dulu aku jarang dekat dengan orang-orang Aries, bukan karena pilih-pilih teman (apalagi menyeleksi berdasarkan zodiak), kebetulan saja begitu. Tapi, aku merasa ini suatu bukan kebetulan kalau kemudian aku berteman dekat dengan seorang Aries yang kemudian setelah bersamanya selama sekian tahun lalu kami mengikat janji dan dipersatukan menjadi pasangan hidup.  Katanya Aries tidak cocok dengan Pisces, ah tapi buat kami ok-ok aja kok, hepi-hepi aja, kami bahagia.

 

Kelihatannya aku memang berjodoh dengan Aries !!

(more…)

Undangan April 8, 2009

Posted by tantikris in story.
16 comments

Kalau kau mendapakan suatu undangan apa yang akan kau lakukan dengannya? Pastinya dilihat dulu siapa yang mengundang, untuk acara apa, lalu kau lihat agendamu untuk melihat apakah bisa menghadiri undangan itu, apa yang harus dipersiapkan berkaitan dengannya. Dalam minggu ini aku mendapatkan beberapa undangan yang harus dipenuhi, ada empat undangan  yang akan kutunjukkan disini.

 

Undangan yang pertama adalah undangan rapat di kantor. Wah, rupanya pimpinan benar-benar mau memanfaatkan hari terakhir sebelum libur panjang akhir minggu ini, jadi.. yuk rapat dulu. Undangan yang ini undangan biasa, acaranyapun acara rutin biasa, tapi tentu saja aku harus hadir karena kalau tidak tugasku akan terhambat. Aku lega setelah melihat agendaku kosong pada hari dan jam itu, dan setelah mempersiapkan materi yang akan dibawa dalam rapat, yak ! aku siap untuk hadir.

 

Undangan kedua bentuknya unik, lihat deh !

 

undangan

(more…)

Fly Me to the Moon April 5, 2009

Posted by tantikris in music.
15 comments

Bulan lalu seorang teman mengirimiku CD dengan judul Songs for Friends, isinya adalah lagu-lagu pilihan, lagu-lagu everlasting yang dinyanyikannya sendiri. Tentu saja aku kemudian segera mengucapkan terima kasih padanya, apalagi karena disitu ada salah satu lagu favoritku “Fly Me to the Moon”.

 

Lagu ini adalah lagu lawas yang setahuku dulunya dinyanyikan oleh Frank Sinatra (1964). Suara penyanyinya mantap dan berkarakter membawakan lagu yang manis, melodinya enak didengar, liriknya sederhana tapi menyentuh hati, komposisi musiknya harmonis dengan   ritme sedang, bila mendengarnya  kepala dan bahu akan refleks ikut bergoyang mengikuti alunan swing yang membuat hati terbuai riang  Ah, lagu manis yang romantis tapi jauh dari kesan mendayu-dayu.

 Coba simak lagu ini

(more…)